Pihak Jasa Derek Beri Klarifikasi Terkait Dugaan Tarif Rp13 Juta pada Truk Beras Bulog Terbalik

Pesisir Barat – ungkapkasus.id

Menyusul pemberitaan sebelumnya terkait dugaan pungutan biaya derek sebesar Rp13 juta terhadap truk bermuatan beras Bulog yang mengalami kecelakaan di wilayah Pesisir Barat, salah satu pihak yang mengaku mengetahui aktivitas jasa derek di lokasi akhirnya memberikan klarifikasi dan hak jawab.

Dalam keterangannya melalui pesan WhatsApp pada Kamis (15/05/2026), nomor yang mengaku berkaitan dengan jasa derek menegaskan bahwa biaya derek dan biaya bongkar muatan merupakan dua hal berbeda dan ditangani oleh pihak yang berbeda pula.

“Jasa derek sama jasa bongkar itu beda orang. Kalau jasa derek setahu saya khusus derek,” tulisnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam praktik di lapangan, jasa bongkar muatan biasanya langsung dinegosiasikan oleh sopir atau pihak yang membutuhkan dengan pekerja bongkar, tanpa melalui pihak jasa derek.
“Saya sering nyarikan jasa kuli bongkar dan langsung negosiasi ke sopir atau yang membutuhkan, gak melalui orang jasa derek,” lanjutnya.

Selain itu, pihak tersebut juga mempertanyakan validitas data kendaraan dan identitas korban yang sebelumnya disebut dalam pemberitaan. Ia meminta agar pihak media memastikan kembali nomor polisi kendaraan serta bukti dokumentasi yang dimiliki agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Tanyakan ke inisial AT itu nopolnya. Kalau memang perwakilan media turun ke lokasi harusnya tahu nopol dan punya bukti video atau foto yang jelas dan detail,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa foto yang beredar di media sosial TikTok miliknya berbeda dengan kendaraan yang diberitakan sebelumnya.

Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk hak jawab agar informasi yang berkembang di masyarakat tidak menyudutkan pihak tertentu tanpa penjelasan yang utuh. Hingga saat ini, polemik mengenai nominal biaya penanganan kendaraan kecelakaan tersebut masih menjadi perhatian publik.

Tim ungkapkasus.id

Exit mobile version