Proyek Jembatan Miliaran Di Pringsewu Diduga Tak Sesuai Spek, Wartawan Diintimidasi Oknum Bersenjata Gergaji

Pringsewu —Ungkapkasus.id

Proyek pembangunan jembatan bernilai miliaran rupiah yang menghubungkan Pekon Podosari dan Pekon Sukoharjo 4, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung, kini menjadi sorotan tajam publik. Proyek yang seharusnya menjadi akses vital masyarakat tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis dan kualitas pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Temuan di lapangan memunculkan banyak pertanyaan serius terkait mutu pekerjaan konstruksi. Berdasarkan hasil investigasi tim media di lokasi proyek pada Rabu (13/05/2026), sejumlah bagian pekerjaan terlihat diduga tidak memenuhi standar teknis sebagaimana mestinya untuk proyek dengan nilai anggaran besar yang bersumber dari uang rakyat.

Ironisnya, ketika awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak pengawas proyek, tidak satu pun pihak yang bertanggung jawab berada di lokasi. Para pekerja mengaku pengawas sedang berada di Bandar Lampung, sehingga tidak ada pihak yang dapat memberikan penjelasan terkait dugaan penyimpangan pekerjaan tersebut.

Situasi kemudian berubah memanas saat tim media hendak meninggalkan lokasi proyek. Dua orang pria menggunakan mobil truk proyek datang menghampiri awak media. Salah seorang yang mengaku sebagai Kepala Dusun Pekon Podomoro langsung menunjukkan sikap arogan dan bernada intimidatif.

“Siapa kamu tanya pengawas? Apa tujuan kamu ke sini?” ucap oknum tersebut dengan nada tinggi.

Meski awak media telah menjelaskan bahwa kedatangan mereka merupakan bagian dari tugas jurnalistik dan fungsi kontrol sosial sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers, oknum tersebut justru semakin emosi dan diduga mencoba menghalangi kerja jurnalistik.

Dengan nada keras dan tatapan penuh intimidasi, ia membentak:
“Jangan ke sini-sini lagi! Jangan pernah datang lagi!”

Tidak berhenti sampai di situ, oknum tersebut kembali mendatangi awak media sambil membawa gergaji kayu.

Tindakan itu dinilai sebagai bentuk ancaman terbuka yang membahayakan keselamatan wartawan saat menjalankan tugas peliputan.

Peristiwa ini memicu kecaman keras karena diduga mencederai kebebasan pers dan keterbukaan informasi publik.

Sikap arogan serta upaya intimidasi terhadap wartawan justru semakin memperkuat dugaan adanya sesuatu yang ditutupi dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Publik kini mempertanyakan kualitas pengawasan proyek serta transparansi penggunaan anggaran negara dalam pembangunan jembatan tersebut.

Aparat penegak hukum, instansi terkait, serta pihak pelaksana proyek diminta segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh agar tidak muncul kerugian negara akibat dugaan pekerjaan yang asal jadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Kepala Pekon Sukoharjo 4, oknum yang diduga melakukan intimidasi terhadap awak media diketahui bernama Turino.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan serta aksi intimidasi terhadap wartawan di lokasi proyek.

Exit mobile version