Kasus Dugaan Bullying di SMP Muhammadiyah Gadingrejo Mencuat, Orang Tua Minta Perhatian Serius

Pringsewu – ungkapkasus.id

Dugaan kasus perundungan (bullying) yang terjadi di lingkungan SMP Muhammadiyah Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, menuai perhatian setelah orang tua salah satu siswi mengeluhkan kondisi anaknya yang mengalami gangguan fisik pasca-insiden tersebut.

Menurut keterangan ibu korban, putrinya hingga kini masih merasakan sakit pada bagian tangan sehingga mengalami kesulitan saat menulis dan mengikuti aktivitas belajar seperti biasa.

“Anak saya sampai kesulitan menulis karena tangannya masih sakit,” ungkap ibu korban saat dimintai keterangan.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak sekolah melalui wali kelas, Noviandra Aryvianto, membenarkan adanya peristiwa yang melibatkan para siswa. Namun, menurutnya kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman antar peserta didik dan telah ditangani oleh pihak sekolah.

Noviandra menjelaskan, pihak sekolah tidak tinggal diam dan langsung mengambil langkah penanganan dengan membawa korban untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Korban sudah kami bawa ke puskesmas dan rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan serta pengobatan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan cedera serius, hanya luka ringan,” jelasnya.

Selain memberikan pendampingan medis, pihak sekolah juga berupaya menyelesaikan persoalan melalui jalur kekeluargaan dengan mempertemukan kedua belah pihak.

“Kami sudah mengundang orang tua dari kedua pihak untuk dilakukan mediasi. Namun mediasi hari ini belum dapat terlaksana karena salah satu pihak tidak hadir,” tambahnya.

Pihak sekolah berharap proses mediasi dapat segera dilakukan agar persoalan tidak berlarut-larut dan tidak berdampak lebih jauh terhadap kondisi psikologis maupun proses belajar para siswa yang terlibat.

Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat perundungan di lingkungan pendidikan tidak hanya berdampak pada fisik korban, tetapi juga dapat menimbulkan trauma psikologis yang berkepanjangan. Karena itu, penanganan yang cepat, transparan, dan melibatkan seluruh pihak terkait dinilai penting guna memastikan keamanan serta kenyamanan peserta didik di lingkungan sekolah.

(Tim)

Exit mobile version