Balai Pekon Cahya Negeri Diduga Bak “Rumah Hantu”, Warga Keluhkan Kantor Kosong Saat Butuh Pelayanan

Pesisir Barat-Ungkapkasus.id

Balai Pekon Cahya Negeri, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi sorotan warga. Kantor yang seharusnya menjadi pusat pelayanan masyarakat itu disebut-sebut lebih sering terlihat sepi dan kosong tanpa aktivitas aparat pekon. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dan keluhan masyarakat terkait pelayanan administrasi yang menjadi kebutuhan penting warga.

Ironisnya, kantor pekon yang mestinya menjadi tempat masyarakat mengurus berbagai keperluan seperti surat pengantar, administrasi kependudukan, hingga kebutuhan pelayanan lainnya, kini disebut warga bak “rumah hantu”. Bukan tanpa alasan, karena menurut keterangan sejumlah masyarakat, sudah beberapa waktu terakhir hampir tidak terlihat aktivitas pelayanan maupun keberadaan aparatur desa di balai pekon tersebut.

“Kalau masyarakat butuh surat mendadak bagaimana? Mau cari siapa? Kantornya sering kosong,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Keluhan warga semakin menguat karena menurut mereka kondisi ini bukan terjadi sekali atau dua kali, melainkan sudah berlangsung cukup lama. Situasi tersebut menimbulkan keresahan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan cepat dan kehadiran pemerintah pekon di tengah kebutuhan warga.

Tim awak media mencoba melakukan konfirmasi langsung kepada Peratin Cahya Negeri, Neki Zetwin. Namun saat mendatangi kediamannya, yang bersangkutan tidak berada di tempat.

Sejumlah warga sekitar menyebut sang peratin memang jarang berada di rumah pada siang hari.

“Memang jarang di rumah, bang. Biasanya pergi ke kebun, pulangnya malam,” ungkap seorang warga setempat.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan maksimal, mengapa kantor pemerintahan tingkat pekon justru tampak sunyi tanpa aktivitas?

Masyarakat berharap pemerintah terkait, termasuk pihak kecamatan, dapat turun tangan melakukan evaluasi dan pengawasan. Sebab keberadaan balai pekon bukan sekadar bangunan formalitas, melainkan simbol pelayanan dan tempat masyarakat mencari solusi atas berbagai urusan administratif.

Hingga berita ini diturunkan, Peratin Cahya Negeri belum memberikan klarifikasi terkait tidak adanya aktivitas aparatur di balai pekon tersebut.

(Tim/Redaksi)

Exit mobile version