Bandar Lampung-Ungkapkasus.id
Kabid Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD ARUN Provinsi Lampung, Ardho Adam Saputra, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kapolda Lampung, Helfi Assegaf, dalam memberantas aksi begal dan pencurian kendaraan bermotor yang meresahkan masyarakat di Provinsi Lampung.
Dukungan tersebut disampaikan Ardho menyusul insiden penembakan terhadap anggota Ditintelkam Polda Lampung, Brigadir Anumerta Arya Supena, saat berupaya menggagalkan aksi pencurian sepeda motor di Bandar Lampung.
Menurut Ardho, langkah tegas aparat kepolisian sangat dibutuhkan demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat dan menekan angka kriminalitas jalanan yang belakangan menjadi perhatian publik.
“Kami dari DPD ARUN Provinsi Lampung mendukung penuh Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf beserta jajaran untuk menangkap para pelaku begal dan curanmor di Lampung. Upaya menjaga keamanan masyarakat harus menjadi prioritas bersama,” ujar Ardho, Senin (11/5/2026).
Ia menilai keberanian aparat kepolisian dalam menghadapi pelaku kejahatan patut diapresiasi dan didukung seluruh elemen masyarakat.
“Kami percaya Polda Lampung akan bekerja maksimal dalam mengungkap kasus ini dan menindak para pelaku sesuai hukum yang berlaku. Masyarakat tentu berharap situasi keamanan di Lampung semakin kondusif,” katanya.
Ardho juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Brigadir Anumerta Arya Supena yang meninggal dunia saat menjalankan tugas.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Brigadir Anumerta Arya Supena. Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ucapnya.
Diketahui, Brigadir Anumerta Arya Supena gugur setelah mengalami luka tembak di bagian kepala saat mencoba menggagalkan aksi pencurian sepeda motor di sebuah toko roti di Jalan ZA Pagar Alam, Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026) pagi.
Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf sebelumnya menegaskan pihaknya akan terus memburu pelaku yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Saya tegaskan, kita akan melakukan tindakan tegas. Karena para pelaku ini sudah berani menggunakan senjata api, maka tidak ada toleransi bagi mereka,” tegas Helfi.(ay)
