Pringsewu –Ungkapkasus.id
Ketua DPP Pematank, Suadi Romli, melontarkan kritik pedas dan tajam terhadap pekerjaan penggalian kabel di ruas Jalan Ahmad Yani, Sidoharjo, Kabupaten Pringsewu. Ia menilai kegiatan tersebut mencerminkan buruknya perencanaan, lemahnya pengawasan, serta merugikan masyarakat karena jalan yang sebelumnya sudah dicor rapi kini kembali rusak.
Menurut Suadi Romli, kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele karena jalan dibangun menggunakan uang rakyat, namun dengan mudah dibongkar tanpa kejelasan kepada publik.
Ia mempertanyakan siapa pihak yang memberi izin, siapa pelaksana proyek, dan siapa yang nantinya bertanggung jawab atas kerusakan jalan itu.
“Jalan ini dibangun dari uang rakyat, bukan jalan pribadi. Baru bagus, sekarang dibongkar lagi dan rusak kembali. Ini bentuk kelalaian serius. Jangan jadikan fasilitas umum sebagai korban proyek yang amburadul,” tegas Suadi Romli.
Ia juga menyoroti tidak adanya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Menurutnya, ketiadaan papan informasi menimbulkan kesan pekerjaan dilakukan secara tertutup dan mengabaikan hak masyarakat untuk mengetahui jenis kegiatan, sumber anggaran, pelaksana, serta jangka waktu pekerjaan.
“Kalau proyek resmi, kenapa tidak berani pasang papan informasi? Masyarakat berhak tahu ini proyek siapa, anggarannya dari mana, dan siapa penanggung jawabnya. Jangan bekerja diam-diam lalu meninggalkan masalah,” ujarnya keras.
Selain merusak badan jalan, Suadi menilai tumpukan tanah galian dan sempitnya ruang lalu lintas berpotensi menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan, terutama pengendara roda dua saat malam hari atau hujan turun.
Ia mendesak pemerintah daerah, PUPR Provinsi, serta instansi terkait segera turun tangan mengevaluasi pekerjaan tersebut. Bila ditemukan pelanggaran prosedur, izin, atau kerugian negara, ia meminta tindakan tegas diberikan.
“Jangan tunggu warga jadi korban dulu baru sibuk bertindak. Kalau proyek ini merusak, pelaksana wajib memperbaiki. Kalau melanggar aturan, tindak tegas. Negara tidak boleh kalah oleh pekerjaan semrawut,” pungkasnya.




