Bulog Stop Serap Gabah, Kadis Pertanian Pringsewu Angkat Bicara

Pringsewu –ungkapkasus.id

Keluhan petani kembali mencuat di Kabupaten Pringsewu. Saat panen raya berlangsung serentak di Kecamatan Pardasuka, Ambarawa, dan Pringsewu, harga gabah kering panen (GKP) turun. Para petani kecewa karena Perum Bulog tidak melakukan penyerapan gabah.

 

Seorang petani asal Pardasuka, Nanak, mengaku sangat dirugikan dengan kondisi ini.

“Bulog seperti mempermainkan petani. Kami sudah susah payah merawat padi, tapi saat panen harga malah jatuh dan tidak ada penyerapan dari Bulog,” ujarnya, Minggu (8/9/2025).

 

Nanak juga meminta perhatian Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap kepala negara bisa turun tangan agar petani tidak selalu jadi korban permainan harga. “Tolong jangan biarkan kami kalah di negeri sendiri,” tegasnya.

 

Akibat situasi tersebut, sebagian petani terpaksa menjual hasil panen ke tengkulak dengan harga lebih rendah. Padahal, keberadaan Bulog seharusnya menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi petani dari kerugian.

 

Menanggapi pemberitaan ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Pringsewu, Maryanto, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa Bulog memang tidak lagi melakukan penyerapan gabah. “Bulog Kanwil Lampung menghentikan pembelian karena target nasional 3 juta ton yang ditetapkan Badan Pangan Nasional sudah tercapai,” katanya.

 

Maryanto juga menyebut harga GKP di tingkat petani saat ini masih di kisaran Rp6.500–Rp6.700 per kilogram, sedikit di atas harga pembelian pemerintah (HPP) Bulog. Selain itu, melalui Ketua Persatuan Penggilingan Padi Lampung, dua pengusaha lokal, Hendri dan Sabar, siap membeli gabah petani dengan harga Rp7.000 per kilogram, asalkan kadar air 25–27 persen.

 

“Gabah bisa langsung diantarkan ke penggilingan milik Pak Hendri di Pekon Margodadi dan Pak Sabar di Pekon Sumber Agung,” jelasnya.

Sementara itu, pihak Bulog hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait penghentian penyerapan gabah

Dengan adanya solusi tersebut, pemerintah daerah berharap harga gabah dapat kembali stabil dan petani tidak lagi menanggung kerugian besar.

Exit mobile version