Pringsewu, ungkapkasus.id
M. Basili Abdurrahman Saleh El Tumus, yang dikenal luas sebagai Ibassadino, adalah sosok pemuda yang memiliki pandangan politik unik. Sebagai ketua Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) di Pringsewu, Ibassadino membangun citra politik yang berbeda dengan mengutamakan keberlanjutan lingkungan sebagai prioritas utama dalam langkah-langkah politiknya. Lahir di Pringsewu pada 24 Maret 1994, ia terinspirasi oleh keindahan alam daerah kelahirannya, yang kemudian menjadi pendorong baginya untuk menerapkan kebijakan politik yang berwawasan lingkungan.
Ibassadino menyadari bahwa politik tidak hanya berbicara tentang kekuasaan dan kepentingan jangka pendek, tetapi juga menyangkut tanggung jawab terhadap alam. Filosofi ini ia wujudkan melalui berbagai inisiatif, salah satunya adalah Green Campaign Workshop yang digagasnya di Pringsewu. Dengan tema “Mengurangi Sampah Politik: Arah Baru Kampanye Digital dan Ramah Lingkungan,” Ibassadino mendorong para politisi lokal dan kandidat untuk menggunakan strategi kampanye yang lebih ramah lingkungan. Ia mengajak semua pihak untuk beralih dari alat kampanye konvensional seperti spanduk dan baliho, yang sering kali berakhir menjadi sampah, menuju pendekatan digital yang lebih berkelanjutan.
Dalam visi politiknya, Ibassadino ingin membuktikan bahwa kemajuan politik dan keberlanjutan lingkungan bisa berjalan beriringan. Baginya, upaya menjaga lingkungan adalah investasi untuk masa depan, dan politik harus berperan dalam memastikan keberlanjutan tersebut. Ia meyakini bahwa penggunaan teknologi digital dalam kampanye bukan hanya solusi praktis, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mengurangi dampak negatif kegiatan politik terhadap lingkungan.
Perjalanan Ibassadino dalam politik sebenarnya dimulai sejak ia memimpin LBMWI (Lembaga Barisan Muda Wirausaha Indonesia) Jakarta Selatan. Di sana, ia belajar banyak tentang pemberdayaan pemuda dan pentingnya peran anak muda dalam menciptakan inovasi. Pengalaman ini memperkuat keyakinannya bahwa politik harus memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi secara aktif, tidak hanya sebagai pemilih tetapi juga sebagai agen perubahan.
Sebagai tokoh muda, Ibassadino juga terlibat dalam Gerakan Indonesia Anti Narkoba (GIAN), yang menunjukkan kepeduliannya terhadap isu-isu sosial di kalangan anak muda. Pengalamannya dalam gerakan ini membuatnya peka terhadap pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat, baik secara sosial maupun ekologis, sebagai bagian dari perjuangannya di ranah politik.
Ibassadino juga percaya bahwa setiap kebijakan politik yang diambil harus mempertimbangkan dampak jangka panjang, terutama terkait lingkungan. Sebagai pemimpin partai di Pringsewu, ia mengajak partai-partai lain dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan budaya politik yang lebih bertanggung jawab terhadap alam. Menurutnya, politik seharusnya menjadi sarana untuk memperjuangkan kepentingan bersama, termasuk menjaga lingkungan demi keberlanjutan hidup generasi mendatang.
Ke depan, Ibassadino berkomitmen untuk terus memperjuangkan nilai-nilai keberlanjutan dalam politik, baik melalui kebijakan maupun kampanye publik. Baginya, politik adalah alat untuk menciptakan perubahan positif, dan lingkungan adalah salah satu aspek terpenting yang harus diperjuangkan. Dengan pendekatan inovatif dan keberanian untuk melawan arus politik konvensional, Ibassadino siap menjadi contoh politisi muda yang peduli pada bumi serta kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Visi Ibassadino untuk membangun Pringsewu yang lebih hijau adalah bukti bahwa generasi muda bisa membawa perubahan besar di dunia politik. Dengan semangat yang tak kenal lelah, ia terus mendorong terciptanya politik yang lebih bersih, berkelanjutan, dan penuh tanggung jawab terhadap masa depan.
Red
