Tak Sekali, Polisi dan Damkar Terus Bersihkan Abu Vulkanik Anak Krakatau di Pringsewu

PRINGSEWU — Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai mendapat penanganan serius di Kabupaten Pringsewu. Aparat gabungan Polres Pringsewu bersama pemadam kebakaran terus bergerak membersihkan abu yang menempel di sejumlah fasilitas publik.

Pada Rabu (9/9/2026), petugas menyasar sejumlah fasilitas pendidikan dan rumah ibadah. Pembersihan dilakukan di SMKN 1 Gadingrejo, Pekon Bulurejo, Kecamatan Gadingrejo, kemudian SDN 1 Pekon Pujiharjo, Kecamatan Pagelaran, serta Masjid Al Falah, Sukaratu, Kecamatan Pagelaran.

Petugas terlihat membersihkan abu vulkanik yang menempel di lingkungan fasilitas publik, terutama pada bagian halaman dan area yang menjadi akses aktivitas masyarakat.

Sekolah menjadi salah satu fasilitas yang mendapat perhatian karena menjadi tempat berkumpulnya siswa dan tenaga pendidik. Pembersihan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan nyaman digunakan untuk kegiatan belajar.

Langkah serupa sebelumnya telah dilakukan Polres Pringsewu di sejumlah wilayah lainnya.

Di Kecamatan Pringsewu, petugas telah melakukan pembersihan di Masjid Taqwa Pringsewu, Gereja Santo Yusuf Pringsewu, Vihara Bodhicitta, dan SMP Xaverius.

Kemudian di Kecamatan Sukoharjo, aksi pembersihan dilakukan di Gereja Kerasulan Baru serta Pura Astawa Yoga di Pekon Panggungrejo.

Sementara di Kecamatan Pardasuka, petugas menyasar Masjid Jami Pekon Pardasuka dan SDN 1 Pardasuka.

Tak Hanya Bersihkan Abu

Penanganan dampak abu vulkanik tidak berhenti pada pembersihan fasilitas publik. Polres Pringsewu juga terus melakukan aksi sosial dengan membagikan masker kepada masyarakat.

Pembagian masker dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang beraktivitas di tengah kondisi lingkungan yang terdampak sebaran abu vulkanik.

Aksi tersebut juga memperlihatkan bahwa penanganan dampak erupsi dilakukan tidak hanya dengan membersihkan lingkungan, tetapi juga dengan meningkatkan perlindungan masyarakat.

Menariknya, fasilitas yang menjadi sasaran pembersihan berasal dari berbagai kelompok masyarakat. Mulai dari masjid, gereja, vihara hingga pura, seluruhnya mendapat perhatian dalam aksi tersebut.

Semangat gotong royong lintas elemen pun menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak bencana. Kepolisian bersama pemadam kebakaran bergerak langsung membantu membersihkan fasilitas yang digunakan masyarakat.

Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra melalui Kasi Humas Polres Pringsewu Ipda Rahmat Basuki mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan respons kepolisian terhadap kondisi masyarakat yang terdampak sebaran abu vulkanik.

“Polri bersama unsur terkait terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya membantu membersihkan fasilitas publik yang terdampak abu vulkanik serta memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui pembagian masker,” ujar Rahmat.

Ia mengatakan, kegiatan penanganan akan terus dilakukan dengan melihat kondisi di lapangan dan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kepolisian juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan dampak sebaran abu vulkanik di wilayah Kabupaten Pringsewu.

Rahmat mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas, khususnya ketika kondisi lingkungan masih terdampak abu vulkanik.

Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah serta instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Polres Pringsewu memastikan personel di lapangan akan terus hadir membantu masyarakat selama proses penanganan dampak abu vulkanik berlangsung.

Bagi masyarakat, kehadiran petugas yang turun langsung membersihkan sekolah, rumah ibadah dan fasilitas umum menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan aktivitas warga setelah wilayah Pringsewu terdampak sebaran abu vulkanik.

Exit mobile version