Pembeli layanan VPS memberikan waktu 1×24 jam kepada PHP.ID untuk memberikan tanggapan dan penyelesaian atas layanan senilai Rp534.000 yang diklaim tidak dapat digunakan. Apabila tidak ada kepastian, pembeli menyatakan akan menempuh jalur hukum dengan membuat laporan kepada kepolisian.
Seorang pelanggan lama PHP.ID mempertanyakan tanggung jawab perusahaan setelah VPS yang dibelinya pada 27 Agustus 2026 diklaim tidak dapat digunakan untuk kebutuhan klien. Meskipun permintaan pembatalan dan pengembalian dana telah disampaikan berulang kali, hingga percakapan berakhir belum ada keputusan resmi dari perusahaan.
Persoalan bermula ketika pembeli mendapati alamat IP VPS sama dengan alamat IP cPanel yang sebelumnya sudah dapat diakses. Kondisi itu menimbulkan kebingungan mengenai fungsi VPS tambahan yang baru dibeli.
“Kalau tahu digabung, buat apa saya pesan lagi VPS,” kata pembeli dalam percakapan dengan layanan pelanggan PHP.ID.
Pembeli kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak dapat menambahkan domain dan mengalami kendala saat mencoba mengelola server melalui SSH. Ia mengaku telah melakukan berbagai upaya sejak siang, tetapi layanan tersebut tetap belum bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan klien.
Jawaban PHP.ID Dinilai Berubah-ubah
Berdasarkan catatan percakapan, pihak layanan pelanggan PHP.ID beberapa kali menyatakan akan meneruskan permintaan pembatalan kepada tim terkait. Bukti pembayaran QRIS sebesar Rp534.000 dan data rekening untuk pengembalian dana juga disebut telah dicatat.
“Budi teruskan ke tim untuk verifikasi pembatalan VPS dan proses pengembalian dana,” tulis layanan pelanggan PHP.ID.
Namun, pelanggan kemudian menerima jawaban berbeda yang menyatakan pembatalan tidak dapat dilakukan karena pembelian dianggap sebagai bentuk persetujuan terhadap keterangan produk.
“Maaf tidak bisa ya, Kak. Membeli artinya sudah setuju karena di keterangan sudah ada apa saja yang didapat,” tulis pihak PHP.ID.
Perbedaan jawaban tersebut membuat pembeli mempertanyakan keseriusan perusahaan dalam menangani pengaduannya. Di satu sisi, pengembalian dana disebut sedang diverifikasi. Di sisi lain, permintaan pembatalan langsung dinyatakan tidak dapat dipenuhi.
Pelanggan juga berulang kali meminta perkembangan penanganan karena harus memberikan kepastian kepada klien. Namun, setelah menunggu cukup lama, jawaban yang diterima justru menyebut persoalan dengan klien bukan tanggung jawab PHP.ID.
“Maaf, masalah dari kliennya itu bukan tanggung jawab dari kita,” demikian salah satu jawaban layanan pelanggan.
Pelanggan Lama Mengaku Kecewa
Pembeli menyatakan dirinya bukan pelanggan baru. Ia mengaku mempunyai banyak layanan di PHP.ID dan selama ini turut merekomendasikan perusahaan tersebut kepada sejumlah klien.
Karena itu, ia menyayangkan cara penanganan pengaduan yang dinilai tidak memberikan solusi jelas. Terlebih, persoalan tersebut disebut telah berdampak pada hubungan dan tanggung jawabnya kepada klien.
“Saya banyak layanan di PHP.ID dan banyak merekomendasikan ke klien. Jangan hanya karena masalah ini saya jadi dirugikan,” ujarnya.
Menurut pembeli, pokok persoalannya bukan semata-mata masalah dengan klien, melainkan layanan berbayar yang diklaim belum dapat digunakan serta tidak adanya kepastian atas permintaan pembatalan.
Beri Tenggat Waktu 1×24 Jam
Atas kondisi tersebut, pembeli memberikan waktu 1×24 jam kepada manajemen PHP.ID untuk menunjukkan iktikad baik dan tanggung jawab. Penyelesaian yang diminta berupa penjelasan resmi, solusi atas kendala layanan, atau pembatalan VPS disertai pengembalian dana.
Apabila dalam batas waktu tersebut tidak ada tanggapan dan penyelesaian yang jelas, pembeli menyatakan akan membawa persoalan ini ke jalur hukum dengan membuat laporan resmi kepada kepolisian serta menyampaikan pengaduan kepada instansi perlindungan konsumen.
“Saya masih menunggu iktikad baik dan tanggung jawab PHP.ID selama 1×24 jam. Jika tidak ada tanggapan atau penyelesaian, persoalan ini akan saya laporkan secara resmi kepada pihak kepolisian,” tegas pembeli.
Langkah hukum tersebut merupakan rencana dan pernyataan dari pihak pembeli. Sampai berita ini ditulis, belum diketahui apakah laporan kepolisian telah dibuat.
PHP.ID Diberi Ruang Hak Jawab
Hingga berakhirnya catatan percakapan, belum terlihat keputusan tertulis mengenai pembatalan VPS maupun pengembalian dana sebesar Rp534.000. Tidak terdapat pula informasi yang jelas mengenai nomor tiket, hasil pemeriksaan tim, dan batas waktu penyelesaian pengaduan.
Pihak PHP.ID diharapkan segera memberikan klarifikasi resmi mengenai status VPS, kendala akses SSH dan penambahan domain, ketentuan pembatalan, serta tindak lanjut atas dana yang telah dibayarkan.
Berita ini disusun berdasarkan catatan percakapan antara pembeli dan pihak yang mengatasnamakan layanan pelanggan PHP.ID pada 27 Agustus 2026. Seluruh pernyataan mengenai kerugian dan kendala layanan merupakan klaim pembeli yang masih memerlukan klarifikasi dari PHP.ID.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan koreksi kepada PHP.ID agar persoalan ini dapat disampaikan secara berimbang dan diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
