LAMPUNG BARAT –Ungkapkasus.id
Di tengah kebutuhan akan figur birokrat yang memahami dunia pendidikan secara menyeluruh, nama Alexander Saputra, S.H., M.M. mulai layak diperhitungkan sebagai salah satu kader internal yang memiliki pengalaman panjang dan berjenjang di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Barat.
Saat ini Alexander dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas). Sebelumnya, ia cukup lama menjalankan tugas sebagai Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF).
Perjalanan tersebut membuat Alexander memiliki pengalaman pada dua sektor penting sekaligus: pendidikan anak usia dini dan pendidikan nonformal, kemudian berlanjut kepada pembinaan pendidikan dasar yang berkaitan langsung dengan SD dan SMP.
Bukan perjalanan singkat.
Sejak tahun 2020, nama Alexander telah tercatat dalam jajaran pejabat struktural Disdikbud Lampung Barat. Dokumen kinerja pemerintah juga menunjukkan keterlibatannya dalam perencanaan, pembinaan, monitoring, evaluasi hingga pencapaian target program pendidikan.
Pada 1 April 2026, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus kembali memberikan kepercayaan kepadanya dengan menempatkan Alexander sebagai Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar.
Kepercayaan tersebut tentu bukan sekadar perubahan kursi jabatan. Bidang pendidikan dasar memiliki tanggung jawab besar karena bersentuhan dengan pembinaan SD dan SMP, kurikulum, kelembagaan, sarana-prasarana hingga peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Dengan pengalaman yang telah ditempa dari PAUD, pendidikan nonformal hingga pendidikan dasar, Alexander dinilai memiliki modal penting untuk memahami persoalan pendidikan Lampung Barat secara lebih luas.
Ia juga tercatat pernah terlibat dalam kepengurusan HIMPAUDI Kabupaten Lampung Barat periode 2022–2026, sebuah pengalaman organisasi yang semakin memperkaya pemahamannya terhadap persoalan pendidikan dari sisi birokrasi maupun organisasi profesi.
Dalam birokrasi, jabatan bukan hanya tentang pangkat. Yang jauh lebih penting adalah kemampuan membaca persoalan, membangun komunikasi, menggerakkan jajaran serta memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.
Karena itu, apabila Pemerintah Kabupaten Lampung Barat ke depan melakukan penyegaran atau regenerasi kepemimpinan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Alexander Saputra patut masuk dalam daftar figur yang diperhitungkan.
Bukan berarti mengesampingkan pejabat lain yang juga memiliki kompetensi. Namun pengalaman Alexander yang relatif panjang di lingkungan pendidikan merupakan modal yang tidak dapat dipandang sebelah mata.
Bupati Parosil Mabsus tentu memiliki pertimbangan sendiri berdasarkan kompetensi, integritas, rekam kinerja dan mekanisme kepegawaian yang berlaku.
Namun publik juga berharap kader-kader birokrasi yang telah tumbuh dari dalam, memahami karakter sekolah, tenaga pendidik, peserta didik serta tantangan pendidikan Lampung Barat memperoleh kesempatan berkembang.
Alexander Saputra adalah salah satu nama yang layak mendapatkan kesempatan itu.
Dari menangani PAUD dan pendidikan nonformal hingga kini dipercaya membina pendidikan dasar, perjalanan tersebut memperlihatkan proses panjang seorang birokrat yang tumbuh bersama dunia pendidikan Lampung Barat.
Apabila suatu saat kepercayaan yang lebih besar diberikan kepadanya, tentu tantangannya juga akan semakin berat. Namun pengalaman yang telah dilewati menjadi modal awal yang cukup kuat untuk menjawab tantangan tersebut.
Regenerasi birokrasi membutuhkan figur yang memahami pekerjaan dari bawah hingga tingkat pengambilan kebijakan. Dalam konteks itulah, nama Alexander Saputra layak dipertimbangkan sebagai salah satu calon pemimpin masa depan Disdikbud Lampung Barat.
(Bambang Hartono.C.BJ.E.BJ)
