
PESISIR BARAT Ungkapkasus.id
Kondisi sarana dan prasarana SMA Negeri 2 Bangkunat Belimbing, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, menuai sorotan. Sejumlah wali murid mengeluhkan kondisi bangunan sekolah yang dinilai semakin memprihatinkan, mulai dari bagian atap dan bangunan yang mengalami kerusakan hingga fasilitas sanitasi siswa yang disebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius di tengah masyarakat, terlebih sekolah mendapatkan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang semestinya dikelola sesuai ketentuan dan diarahkan untuk mendukung kebutuhan operasional serta peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Keluhan wali murid itu mencuat setelah awak media mendatangi SMA Negeri 2 Bangkunat Belimbing pada Jumat (14/8/2026), dalam rangka silaturahmi sekaligus meminta klarifikasi kepada pihak sekolah mengenai kondisi bangunan dan pengelolaan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan sarana prasarana.
Wali murid berharap Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi fisik sekolah. Mereka meminta agar bangunan yang dinilai sudah tidak layak segera mendapatkan perhatian dan, apabila memenuhi persyaratan teknis, dilakukan rehabilitasi.
“Jangan sampai kondisi bangunan semakin parah dan akhirnya membahayakan siswa. Pemerintah harus melihat langsung kondisi sekolah,” ujar salah seorang wali murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Pengelolaan Dana BOS Ikut Dipertanyakan
Selain persoalan fisik bangunan, sorotan juga mengarah pada keterbukaan pengelolaan dana BOS, khususnya terkait pengadaan buku perpustakaan dan kegiatan perawatan sekolah.
Saat awak media melakukan konfirmasi kepada petugas perpustakaan mengenai buku-buku yang disebut dibelanjakan menggunakan dana BOS tahun anggaran 2024–2025, petugas tersebut belum dapat memberikan penjelasan secara rinci mengenai administrasi maupun bukti fisik pengadaan buku yang ditanyakan.
Kondisi tersebut menjadi pertanyaan tersendiri karena pengelolaan dana pendidikan semestinya dapat dipertanggungjawabkan secara administratif serta dapat ditelusuri berdasarkan dokumen dan barang yang direalisasikan.
Sejumlah sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan juga menyampaikan adanya dugaan ketidakterbukaan dalam pengelolaan anggaran sekolah. Salah satu sumber yang disamarkan dengan nama Anton menyoroti sejumlah kegiatan, di antaranya perawatan WC, pengadaan buku perpustakaan, serta perawatan fasilitas sekolah.
Namun demikian, seluruh dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pemeriksaan resmi dari pihak berwenang. Belum dapat disimpulkan adanya penyimpangan sebelum dilakukan audit atau pemeriksaan berdasarkan dokumen pertanggungjawaban sekolah.
Kepala Sekolah Tidak Berada di Tempat
Upaya awak media untuk memperoleh penjelasan langsung dari Kepala SMA Negeri 2 Bangkunat Belimbing berinisial N juga belum membuahkan hasil. Saat ditemui di ruang kerjanya pada jam dinas, yang bersangkutan tidak berada di tempat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi bangunan, fungsi fasilitas WC siswa, pengadaan buku perpustakaan, maupun penggunaan dana BOS tahun 2024–2025.
Dinas Pendidikan Diminta Turun Lapangan
Masyarakat meminta Dinas Pendidikan Provinsi Lampung tidak hanya menerima laporan administratif, tetapi melakukan verifikasi dan pemeriksaan langsung ke lapangan.
Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan apakah kerusakan bangunan memang membutuhkan rehabilitasi, bagaimana kondisi fasilitas sanitasi siswa, serta apakah pengadaan buku dan kegiatan perawatan sekolah telah dilaksanakan sesuai perencanaan dan pertanggungjawaban anggaran.
Publik juga berharap pengelolaan dana BOS di SMA Negeri 2 Bangkunat Belimbing dilakukan secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sorotan ini sekaligus menjadi momentum bagi pihak terkait untuk membuka informasi penggunaan anggaran secara proporsional kepada publik, terutama ketika menyangkut fasilitas pendidikan dan kepentingan siswa.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala SMA Negeri 2 Bangkunat Belimbing maupun Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini.
Jurnalis: Zainal Abidin