PASIS SESKOAD AUDIENSI DENGAN PEMKAB TANGGAMUS, PERKUAT KOLABORASI PENCEGAHAN KARHUTLA

TANGGAMUS — ungkapkasus.id

Pemerintah Kabupaten Tanggamus menerima audiensi Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Tanggamus, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Pekon Kampung Baru, Kecamatan Kota Agung Timur.

Audiensi dipimpin Patun Pasis Seskoad, Kolonel Arm Gatot Awan Febrianto, S.Sis., M.Han., bersama rombongan Pasis Dikreg LXVIII Seskoad. Rombongan diterima oleh Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan Kasdim 0424/Tanggamus Mayor Inf. Rahmat P., S.Sos.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Pasis Dikreg LXVIII Seskoad, yang mencakup dua bidang kajian sekaligus, yakni Wilayah Pertahanan (Wilhan) dan Pembinaan Satuan (Binsat).

KKL Wilhan memiliki tujuan dan sasaran pada peningkatan kolaborasi antara Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) dengan stakeholder terkait dalam penanggulangan bencana karhutla, sementara KKL Binsat diarahkan pada tujuan dan sasaran kesiapan operasional satuan TNI AD dalam menghadapi dan menanggulangi bencana karhutla.

Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Awan menyampaikan bahwa kehadiran Pasis Seskoad di Kabupaten Tanggamus merupakan bagian dari pelaksanaan perintah Bapak Presiden RI melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus merupakan upaya mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pencegahan Karhutla, penanggulangan bencana, serta pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

“Kami hadir di sini atas perintah Bapak Presiden untuk melaksanakan penyuluhan mitigasi Karhutla kepada masyarakat, sebagai langkah kolaboratif dan preventif dalam upaya pencegahan sekaligus edukasi kepada masyarakat dalam pemilihan opsi cara yang lebih aman untuk membuka lahan,” ujar Kolonel Awan.

Menurutnya, pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat semata, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari TNI, pemerintah daerah, kepolisian, stakeholder terkait hingga masyarakat.

“Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan kolaborasi dan kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, stakeholder terkait dan masyarakat,” ujar Kolonel Awan.

Selain upaya pencegahan Karhutla, Pasis Seskoad juga mendorong adanya edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik. Sampah yang selama ini dibakar atau dibiarkan menumpuk dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos sehingga memiliki nilai guna sekaligus mengurangi potensi terjadinya kebakaran, khususnya pada musim kemarau.

Dalam rangka mendukung kegiatan KKL Wilhan dan Binsat tersebut, Pasis Dikreg LXVIII Seskoad juga melaksanakan pengumpulan data terkait kondisi, potensi, serta upaya pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah Kabupaten Tanggamus.

Pengumpulan data dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kepolisian Resor (Polres) Tanggamus. Data yang dihimpun meliputi kondisi dan potensi Karhutla, langkah-langkah pencegahan dan penanganan, mekanisme koordinasi antarinstansi, Standar Operasional Prosedur (SOP) penanggulangan, serta penanganan aspek hukum terhadap kejadian Karhutla.

Kegiatan pengumpulan data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi wilayah, kesiapsiagaan satuan, serta pola koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi Karhutla di Kabupaten Tanggamus sejalan dengan sasaran KKL Wilhan untuk memperkuat kolaborasi Satkowil dan stakeholder, sekaligus sasaran KKL Binsat untuk memastikan kesiapan operasional satuan TNI AD.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pasis Seskoad yang turut memberikan perhatian terhadap upaya pencegahan bencana dan edukasi kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Tanggamus.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh stakeholder dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla.

Melalui audiensi dan pengumpulan data tersebut, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara Pasis Seskoad, Pemerintah Kabupaten Tanggamus, TNI-Polri, serta masyarakat dalam mewujudkan langkah-langkah pencegahan Karhutla yang lebih efektif, terpadu, dan berkelanjutan.

Exit mobile version