GML Soroti Anggaran Sosialisasi Desa Helau Rp40 Juta di Tengah Efisiensi Anggaran

Lampung Selatan, Ungkap kasus.ID

‎– Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui tim pelaksana Lomba Desa Helau terus melakukan sosialisasi kepada pemerintah desa di seluruh wilayah kabupaten lampung selatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap di delapan titik yang mencakup 17 kecamatan.

Guspat, yang tergabung dalam Satgas Desa Helau, mengatakan bahwa sosialisasi telah memasuki titik kedua. Ia menjelaskan, pada pelaksanaan pertama, peserta berasal dari Kecamatan Penengahan, Bakauheni, dan Ketapang yang digabung dalam satu lokasi kegiatan.

“Untuk hari kedua, sosialisasi dilaksanakan di Kecamatan Palas dengan peserta , dari Kecamatan Palas dan Sragi. Setiap desa mengirimkan dua orang perwakilan, yakni kepala desa dan operator desa,” ujar Guspat, Rabu (3/6/2026).

‎Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi akan terus berlanjut hingga seluruh kecamatan terjangkau. Pada titik ketiga, kegiatan dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Kalianda dengan peserta dari Kecamatan Kalianda dan Rajabasa. Sementara untuk wilayah Sidomulyo, peserta akan berasal dari Kecamatan Sidomulyo, Way Panji, dan Katibung.

Menurut Guspat, pelaksanaan sosialisasi ini didukung anggaran yang digunakan untuk kebutuhan makan dan minum peserta serta pengadaan alat tulis kantor (ATK).

‎Dengan Rincian Sebagai berikut:

1 . Nasi Kotak dengan Menu, Nasi, Sambal, kerupuk, orek tempe , tumis kacang, ayam goreng, air mineral gelas Tripanca dan Satu buah Salak.

dengan Estimasi harga rata – rata RP. 25 Ribu

2 . Kue kotak kecil, Estimasi Harga RP. 5.500.

3 . ATK / Foto Copy , HVS catatan Program Dan Lomba Desa Helau sebanyak 12 Lembar. Estimasi Harga Rp. 3000.

Total anggaran yang dialokasikan untuk delapan titik kegiatan tersebut sekitar Rp40 juta.

“Anggaran ini digunakan untuk mendukung kelancaran kegiatan sosialisasi, termasuk konsumsi peserta, panitia, dan kebutuhan administrasi lainnya,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa tim pelaksana mendampingi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) sebagai koordinator kegiatan. Selain itu, Satgas Desa Helau melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), serta instansi terkait lainnya.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap seluruh desa dapat memahami mekanisme dan kriteria penilaian Lomba Desa Helau sehingga mampu berpartisipasi secara optimal.

Menanggapi Hal Yang Di Gembar – Gemborkan Pemerintah tentang Efiseiensi Anggaran Panitia Tim Satgas Program Dan Lomba Desa Helau Kini Menjadi Sorotan Ormas Gema Masyarakat Lokal ( GML) Indonesia.(Tim)

Exit mobile version