Ketua Bumdes Pekon Bumi Ratu Di Duga Rangkap Jabatan Program Pembelian Bebek bertelor Jadi Sorotan

Pesisir Barat, Ungkapkasus.id-

 

Program pengadaan bebek bertelor yang dianggarkan melalui Dana Desa untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Pekon bumi ratu kecamatan ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, menuai sorotan. Pasalnya, sejumlah 250 ekor bebek yang dibeli dalam program tersebut dilaporkan tidak sesuai dengan anggaran dan penanaman cabe di duga gagal tidak panen sedangkan dananya berjumlah 80 juta lebih .

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, awak media menemukan adanya kejanggalan dalam pengelolaan ternak bebek tersebut. Informasi dari narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan bahwa total bebek 250 ekor

Namun dalam perjalanannya, ternak tersebut diduga tidak transparan kepada masyarakat baik tokoh adat tokoh agama melainkan yang pengurus adalah aparat pekon sendiri yaitu
Ketua Bumdesa Turman menjabat sebagai aprator pekon juga nur sebagai sekretaris bumdes ini seharusnya di kelola oleh masyarakat bukan aparat pekon kejadian yang kami dapatkan masyarakat gigit jari tidak mendapatkan kesempatan untuk mengelola bumdes

Nur sebagai sekretaris bumdes mengaku tidak mengetahui berapa dana yang di salurkan untuk pembelian bebek bertelor dan untuk penanaman cabe dan jagung justru dengan lancang saya tidak tau pak katanya informasi yang kami tau di serahkan untuk pekon ujarnya singkat
.

Kondisi ini memicu reaksi masyarakat yang meminta aparat penegak hukum turun tangan untuk menelusuri penggunaan anggaran serta pihak yang bertanggung jawab atas ketidak transparan dalam penyaluran dana bumdes

Ketua bumdes di datangi awak media di rumah kediamannya tidak berada di rumah masih mengantarkan anak sekolah ke krui selama Setengah hari awak media menunggu kedatangan beliau dari krui ketika di buntut mobilnya sudah pulang justru di duga menghindar tidak mau ketemu dengan awak media

.
hingga berita ini diterbitkan, ketua bumdes pekon bumi ratu belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi melalui nomor telepon juga belum mendapat respons. Karena nomor wartawan Di blok gagal untuk meminta tanggapan. Awak media akan terus menelusuri informasi lebih lanjut guna memastikan kejelasan penggunaan anggaran Dana Desa dalam program BUMDes tersebut.

(Tim Ungkapkasus)

Exit mobile version