Perkuat Peran Pendidikan, Cabang Dinas Wilayah II Lampung Gelar English Competition 2026 Libatkan 208 Pelajar

{"tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"region":"ID","editType":"image_edit","client_key":"aw889s25wozf8s7e","os":"ios","source_type":"vicut","enterFrom":"new_image","source_platform":"mobile_1","product":"vicut","pictureId":"F6389FEC-25CC-47B4-B63B-CA26A745C3EC","capability_name":"capcut_photo_editor","appVersion":"17.4.2"}","source_type":"vicut","data":{"editType":"image_edit","pictureId":"F6389FEC-25CC-47B4-B63B-CA26A745C3EC","os":"ios","source_platform":"mobile_1","appVersion":"17.4.2","client_key":"aw889s25wozf8s7e","region":"ID","capability_name":"capcut_photo_editor","product":"vicut","enterFrom":"new_image","source_type":"vicut"}}

Pringsewu—Ungkapkasus.id

Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah II Provinsi Lampung kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak peningkatan mutu pendidikan melalui penyelenggaraan English Competition 2026.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 208 pelajar SMA/SMK negeri dan swasta se-Wilayah II dan digelar di SMAN 2 Pringsewu, Rabu (23/4/2026).

Ajang yang diinisiasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMA/SMK tersebut menjadi ruang strategis dalam mendorong penguatan kompetensi bahasa Inggris di kalangan pelajar. Sebanyak lima cabang lomba dipertandingkan, yakni speech, storytelling, singing contest, scrabble, dan news casting.

Kompetisi ini menghadirkan dewan juri dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI), Universitas Teknokrat Indonesia, serta praktisi seni dan bahasa.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Lampung, Rodi Hayani Samsun, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan kompetisi ini menjadi kebanggaan bagi Cabdin Wilayah II sekaligus bukti kemampuan menghadirkan ruang kompetisi berkualitas bagi siswa.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dan akan dijadikan agenda tahunan, serta sejalan dengan visi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

“Penyelenggaraan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Cabang Dinas Wilayah II, tetapi juga menjadi bukti bahwa kita mampu menghadirkan ruang-ruang kompetisi yang berkualitas bagi siswa. Ini adalah langkah awal yang sangat strategis, dan kami berkomitmen menjadikannya sebagai agenda tahunan,” ujar Rodi.

Ia menegaskan, kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar perlombaan.

“Tujuan utama dari kegiatan ini bukan hanya untuk menentukan siapa yang juara. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun ekosistem pembelajaran yang mendorong siswa berani tampil, percaya diri, dan mampu mengekspresikan kemampuan mereka dalam bahasa Inggris,” katanya.

Menurut Rodi, kemampuan berbahasa Inggris saat ini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan dasar yang harus dimiliki pelajar di tengah arus globalisasi.

“Kita ingin anak-anak kita tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi global. Melalui ajang seperti ini, mereka dilatih untuk berpikir kritis, berani berbicara di depan publik, serta mampu bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional bahkan internasional,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara sekolah, guru, dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya.

“Keterlibatan MGMP, dukungan kepala sekolah, serta kehadiran juri dari perguruan tinggi menunjukkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ini yang ingin terus kita bangun di Cabdin Wilayah II, yakni sinergi untuk menciptakan generasi unggul,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Mr. Bambang, menekankan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum kebangkitan peran MGMP Bahasa Inggris yang selama ini dinilai kurang aktif.

“Kegiatan ini kami harapkan mampu menghidupkan kembali MGMP Bahasa Inggris yang selama ini terkesan mati suri. Ini menjadi titik awal untuk memperkuat kolaborasi antar guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi ini sejalan dengan arah kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung.

“Kami ingin menyelaraskan program dengan visi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Melalui kegiatan ini, kami mendorong lahirnya inovasi dan semangat baru di kalangan pendidik dan peserta didik,” tambah Bambang.(ay)

Exit mobile version