Bupati Pringsewu Resmikan Program Pemagangan ke Jepang di Disnaker Pringsewu

PRINGSEWU — ungkapkasus.id
Pemerintah Kabupaten Pringsewu resmi membuka Program Pemagangan ke Jepang Tahun 2025 melalui kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan RI dengan International Manpower Development Organization (IM Japan). Kegiatan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas dalam pers rilis di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pringsewu. Kamis 15/1/2025
Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menindaklanjuti tugas pengembangan sumber daya manusia. “Program ini kami hadirkan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja, menekan angka pengangguran, menanggulangi kemiskinan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pringsewu,” ujarnya.
Menurut Bupati, inovasi program pemagangan ini sejalan dengan visi Kabupaten Pringsewu, yakni Pringsewu Makmur, Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul, dan Religius. Ia menjelaskan bahwa program pemagangan ke Jepang merupakan program Kementerian Ketenagakerjaan RI yang dibawa langsung ke daerah sehingga dapat dilaksanakan di Pringsewu.
“Ini adalah program pertama kali yang diselenggarakan di Kabupaten Pringsewu dan tidak semua daerah mendapat kesempatan seperti ini,” kata Bupati Riyanto Pamungkas.
Secara tidak langsung Bupati menyampaikan bahwa pemagangan ke Jepang bukan sekadar pelatihan kerja, melainkan pembentukan karakter dan peningkatan kompetensi peserta. Program ini telah berjalan sejak 1993 dan tercatat telah melahirkan lebih dari 45.000 alumni di seluruh Indonesia.
Ia juga menjelaskan bahwa peserta akan dibekali kemampuan teknis (hard skill) serta kemampuan nonteknis (soft skill), seperti disiplin, etos kerja, tanggung jawab, dan budaya kerja khas Jepang. Selain itu, peserta pemagangan akan menerima insentif atau upah berkisar antara Rp13 juta hingga Rp25 juta per bulan, tergantung perusahaan tempat magang.
Pemerintah Kabupaten Pringsewu berharap program ini dapat melahirkan tenaga kerja unggul dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
(Bambang)