Lampung Selatan,Ungkap kasus. id
Palas – Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Palas Aji, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Adi Ahdiansyah, S.P., turun langsung meninjau areal persawahan yang terdampak serangan hama beluk atau penggerek batang padi pada Minggu (11/10/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan menyusul keluhan petani terkait serangan hama yang menyebabkan bulir padi berwarna putih dan berpotensi tidak terisi sempurna. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran petani terhadap penurunan hasil panen pada musim tanam gadu kali ini.
Saat berada di lokasi, Adi memberikan penjelasan kepada petani mengenai pentingnya melakukan pencegahan sejak awal masa tanam, sebelum hama berkembang dan menyerang batang tanaman padi.
Menurutnya, salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah membuat perangkap serangga menggunakan gelas plastik bekas air mineral yang diberi warna kuning dan dilapisi perekat pada bagian luarnya.
“Untuk mencegah agar tidak terkena hama beluk, sejak awal tanam bisa dibuatkan perangkap dari gelas air minum mineral yang diberi cat kuning. Bagian luarnya diolesi perekat agar serangga tertangkap,” ujar Adi saat memberikan penjelasan kepada petani.
Ia menjelaskan, penggunaan warna kuning bertujuan menarik serangga tertentu agar menempel pada perangkap. Dengan demikian, upaya pengendalian dapat dilakukan sebelum hama berkembang dan menimbulkan kerusakan lebih luas pada tanaman padi.
Adi juga mengingatkan petani agar melakukan pengendalian sejak dini, termasuk memperhatikan keberadaan telur hama sebelum menetas menjadi larva yang berpotensi menyerang tanaman.
Selain pemasangan perangkap, ia menyebutkan perlunya penanganan sesuai fase perkembangan hama dan kondisi tanaman, dengan menggunakan metode serta bahan pengendalian yang tepat.
Tanaman yang Sudah Terdampak Sulit Dipulihkan
Adi menjelaskan bahwa tanaman padi yang bulirnya sudah memutih akibat serangan penggerek batang umumnya sulit dipulihkan. Oleh karena itu, penanganan pada kondisi tersebut lebih diarahkan untuk mencegah serangan meluas ke batang atau tanaman lain yang masih sehat.
“Kalau kondisinya sudah seperti ini, yang sudah terkena tidak bisa dipulihkan lagi. Paling kita melakukan pencegahan supaya tidak merambah ke batang yang lain,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan petani agar tidak sembarangan mencampur berbagai jenis pestisida tanpa memastikan kompatibilitas dan petunjuk penggunaannya.
“Kalau mencampur racun, harus konsultasi dengan pihak yang memahami produk tersebut untuk memastikan boleh dicampur atau tidak. Sebab, ada racun yang tidak boleh dicampur, karena bisa saling memengaruhi,” pungkasnya.
Peninjauan PPL tersebut diharapkan dapat membantu petani memahami langkah pengendalian hama yang lebih tepat, terutama melalui pencegahan sejak awal pertumbuhan tanaman.
Petani berharap pendampingan dari penyuluh pertanian dan instansi terkait dapat terus dilakukan agar serangan hama beluk tidak semakin meluas, sehingga potensi kerugian pada musim panen mendatang dapat ditekan.
(Joe/Sam)
