TERBONGKAR! Proyek Jembatan Fajar Bhakti Sragi Disorot, Besi Berkarat hingga Beton Kropos dan Oprit Ambrol, Dinas PU Diminta Buka Spek

LAMPUNG SELATAN, Ungkap kasus.id
‎
– Proyek Penanganan Tanggap Darurat Jembatan Fajar Bhakti pada ruas Kedaung–Bhakti Rasa, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, menuai sorotan. Proyek yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 dan dikerjakan oleh CV Group Makmur Abadi tersebut diminta mendapat pemeriksaan teknis menyeluruh menyusul sejumlah kondisi fisik yang terlihat di lapangan.
‎
Berdasarkan dokumentasi papan proyek pada 27 Juni 2026, pekerjaan tersebut tercatat sebagai kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota, dengan subkegiatan Pembangunan Jembatan.
‎Adapun pekerjaan yang tercantum yakni Penanganan Tanggap Darurat Jembatan Fajar Bhakti Ruas Kedaung–Bhakti Rasa Kecamatan Sragi, dengan sumber dana APBD 2026, nomor SPMK SPMK/40/PPK-BM/TD/IV.04/2026, waktu pelaksanaan 100 hari kalender, serta spesifikasi lebar 10 meter dan panjang/bentang 6 meter dengan jenis konstruksi beton.
‎Kronologi Temuan Lapangan
‎27 Juni 2026 –

Papan proyek terpasang
‎Dokumentasi awal menunjukkan papan informasi proyek telah terpasang di lokasi. Informasi pada papan proyek mencantumkan pekerjaan pembangunan jembatan dengan bentang 6 meter dan lebar 10 meter.
‎3 Agustus 2026 – Tulangan besi terlihat berwarna kecokelatan
‎Pada tahap pekerjaan pembesian abutment,

dokumentasi lapangan memperlihatkan sejumlah tulangan besi berwarna cokelat kemerahan yang diduga mengalami korosi.
‎Tulangan tersebut terlihat berada dalam kondisi terbuka sebelum proses pengecoran. Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai spesifikasi material, penyimpanan tulangan, serta apakah telah dilakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap permukaan tulangan sebelum pengecoran.
‎Namun, untuk memastikan apakah kondisi tersebut memenuhi persyaratan teknis, diperlukan pemeriksaan langsung oleh tenaga ahli atau pengawas pekerjaan.
‎2 Oktober 2026 – Struktur Jembatan Berdiri, Oprit Belum Permanen
‎
Dalam dokumentasi terbaru pada 2 Oktober 2026, struktur utama jembatan beton terlihat telah berdiri. Namun, kondisi jalan pendekat atau oprit di kedua sisi masih berupa material tanah dan batu lepas.
‎Oprit juga terlihat belum dalam kondisi akhir seperti jalan permanen dan masih terdapat pembatas kayu di sekitar pekerjaan.
‎
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jalan pendekat merupakan bagian penting dari akses menuju jembatan dan harus memiliki kondisi yang aman bagi pengguna jalan.
‎Temuan Lain: Tulangan Terlihat, Beton Mengelupas dan Oprit Ambrol
‎Sorotan semakin menguat setelah dokumentasi lapangan menunjukkan sejumlah kondisi pada bagian struktur dan oprit.
‎Pertama, tulangan terlihat pada bagian struktur.
‎Sejumlah besi tulangan tampak berada dekat atau keluar dari permukaan beton. Kondisi tersebut perlu diperiksa untuk memastikan ketebalan selimut beton (concrete cover) sesuai gambar kerja dan spesifikasi teknis yang berlaku.
‎Ketebalan selimut beton tidak semestinya disimpulkan hanya berdasarkan pengamatan visual. Besaran yang dipersyaratkan harus mengacu pada desain, spesifikasi teknis, serta ketentuan konstruksi yang digunakan dalam proyek tersebut.
‎Kedua, permukaan beton terlihat tidak seragam.
‎Pada sejumlah bagian abutment tampak permukaan beton yang tidak rata, terdapat bagian yang mengelupas serta rongga pada permukaan beton yang secara visual menyerupai honeycomb.
‎Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai proses pengecoran, pemadatan beton, mutu material, hingga pengendalian mutu pekerjaan. Namun, penyebab pastinya tetap memerlukan pemeriksaan teknis.
‎Ketiga, oprit terlihat mengalami longsoran atau ambrol.
‎Pada bagian sekitar bawah struktur/gorong-gorong, material timbunan terlihat mengalami pergerakan dan sebagian turun. Di lokasi juga masih terlihat elemen kayu yang diduga berkaitan dengan bekisting atau penyangga pekerjaan.
‎
Kondisi tersebut perlu dipastikan apakah merupakan bagian dari tahapan pekerjaan yang memang belum selesai atau merupakan kerusakan pada pekerjaan yang telah dilaksanakan.
‎Dinas PU Diminta Buka Spesifikasi dan Hasil Pengujian
‎Munculnya berbagai temuan visual tersebut membuat publik mempertanyakan standar pengawasan dan pengendalian mutu proyek.
‎Dinas PUPR Lampung Selatan dan pihak pelaksana diharapkan dapat membuka informasi teknis pekerjaan, antara lain gambar kerja, spesifikasi teknis, mutu beton yang dipersyaratkan, hasil pengujian beton, serta berita acara pemeriksaan pekerjaan, sepanjang merupakan dokumen yang dapat dipublikasikan.
‎Termasuk, apakah pekerjaan beton telah melalui pengujian mutu yang dipersyaratkan dalam kontrak, seperti slump test dan pengujian kuat tekan beton.
‎Pertanyaan lain yang perlu dijawab adalah apakah kondisi tulangan yang terlihat, permukaan beton yang mengelupas atau berongga, serta kondisi oprit tersebut telah diperiksa dan dinyatakan memenuhi persyaratan oleh pengawas pekerjaan.
‎
Menunggu Penjelasan PUPR dan Penyedia
‎Hingga berita ini disusun, Kepala Dinas PUPR Lampung Selatan, PPK kegiatan, konsultan pengawas, maupun CV Group Makmur Abadi belum memberikan penjelasan terkait temuan visual tersebut.
‎
Media ini masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan teknis sekaligus memberikan hak jawab dan keberimbangan pemberitaan.
‎Pemeriksaan lapangan oleh pihak berwenang dinilai penting untuk memastikan kondisi sebenarnya dari struktur jembatan, khususnya menyangkut mutu pekerjaan, keamanan pengguna jalan, serta pertanggungjawaban penggunaan anggaran APBD Tahun Anggaran 2026.
‎(TIM INVESTIGASI)

Exit mobile version