Polri  

Jelang Pilkakon Serentak, Wakapolres Pringsewu Tegaskan Netralitas dan Antisipasi Potensi Konflik

PRINGSEWU – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) serentak di Kabupaten Pringsewu yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober 2026, jajaran Polres Pringsewu meningkatkan kesiapsiagaan pengamanan sekaligus menekankan pentingnya netralitas seluruh personel kepolisian.

Penegasan tersebut disampaikan Wakapolres Pringsewu Kompol Samsuri saat memimpin apel pagi jam pimpinan di lapangan apel Polres Pringsewu, Senin (21/9/2026).

Apel tersebut diikuti para pejabat utama Polres Pringsewu, para Kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polres Pringsewu.

Dalam arahannya mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra, Kompol Samsuri menegaskan bahwa seluruh anggota Polri harus menjaga dan menjunjung tinggi prinsip netralitas selama seluruh tahapan Pilkakon berlangsung.

“Setiap personel harus menjaga netralitas, tidak memihak kepada calon maupun kepentingan politik tertentu, serta tetap menjalankan tugas sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Menurutnya, netralitas anggota kepolisian menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan seluruh tahapan Pilkakon dapat berjalan secara aman, tertib, dan demokratis.

Selain menekankan netralitas, Wakapolres juga menginstruksikan seluruh jajaran, khususnya personel yang bertugas di wilayah, agar mulai mengidentifikasi berbagai potensi gangguan keamanan dan konflik sosial yang mungkin muncul selama tahapan Pilkakon.

Setiap potensi permasalahan, kata dia, harus segera dipetakan dan ditindaklanjuti dengan langkah-langkah pencegahan sehingga tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas.

“Jangan menunggu sampai terjadi persoalan. Setiap potensi konflik harus dapat dideteksi dan diantisipasi sejak dini. Koordinasi dengan seluruh pihak terkait juga harus terus dilakukan,” ujarnya.

Ia meminta para Kapolsek dan personel di masing-masing wilayah untuk membangun komunikasi dengan unsur penyelenggara, pemerintah pekon, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta elemen masyarakat lainnya.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan suasana yang kondusif sekaligus mencegah munculnya gesekan antarpendukung calon kepala pekon.

Wakapolres juga mengingatkan personel agar tidak menganggap remeh setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Perbedaan pilihan dalam kontestasi Pilkakon, menurutnya, merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi, namun jangan sampai berkembang menjadi perselisihan yang mengganggu keamanan dan ketertiban.

Selain langkah preventif, personel di bidang preemtif juga diinstruksikan untuk terus meningkatkan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya mewujudkan Pilkakon yang damai.

Edukasi tersebut antara lain menyangkut pentingnya menjaga persatuan, menghormati perbedaan pilihan, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari penyebaran berita bohong dan ujaran yang berpotensi memicu konflik.

“Pilihan boleh berbeda, tetapi persatuan dan keamanan harus tetap dijaga. Jangan sampai perbedaan pilihan dalam Pilkakon justru memecah hubungan antarwarga,” pesan Kompol Samsuri.

Ia juga meminta seluruh personel untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan yang dapat muncul baik sebelum, saat, maupun setelah pelaksanaan pemungutan suara.

Menurutnya, pengamanan tidak hanya berfokus pada hari pemungutan suara, tetapi harus dilakukan sejak tahapan awal hingga seluruh rangkaian Pilkakon selesai.

Polres Pringsewu, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan pengamanan secara maksimal agar seluruh tahapan Pilkakon dapat berlangsung dalam situasi yang aman, tertib, lancar, dan kondusif.

“Komitmen kami adalah memastikan seluruh tahapan Pilkakon dapat berjalan aman dan kondusif. Untuk itu, seluruh personel harus bekerja secara profesional, humanis, proporsional, serta tetap berpedoman pada aturan,” tegasnya.

Diketahui, Pilkakon serentak di Kabupaten Pringsewu pada 2026 akan dilaksanakan di 59 pekon.

Dengan jumlah wilayah yang cukup banyak tersebut, kesiapan personel dan pemetaan potensi kerawanan menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.

Polres Pringsewu juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan selama proses demokrasi di tingkat pekon tersebut.

Masyarakat diimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya, mengedepankan penyelesaian secara musyawarah apabila terjadi persoalan, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan potensi gangguan keamanan.

Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, penyelenggara Pilkakon, calon kepala pekon, para pendukung, dan masyarakat, pelaksanaan Pilkakon serentak di 59 pekon diharapkan dapat berlangsung aman, damai, dan tetap menjaga persaudaraan masyarakat Kabupaten Pringsewu.(*)

Exit mobile version