PRINGSEWU — Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum sepenuhnya pergi dari Pringsewu. Sejumlah fasilitas publik masih harus dibersihkan, sementara masyarakat tetap membutuhkan perlindungan dari paparan abu. Kondisi ini membuat aparat kepolisian kembali turun tangan melakukan pembersihan sekaligus membagikan masker.
Selasa (8/9/2026), personel Polres Pringsewu bersama jajaran polsek kembali bergerak ke sejumlah lokasi yang terdampak sebaran abu vulkanik.
Dengan peralatan sederhana, polisi membersihkan abu yang menempel di area fasilitas publik. Langkah tersebut dilakukan agar tempat-tempat yang biasa digunakan masyarakat bisa kembali nyaman dan aman untuk beraktivitas.
Di Kecamatan Sukoharjo, polisi menyasar Gereja Kerasulan Baru dan Pura Astawa Yoga di Pekon Panggungrejo.
Abu yang menempel di halaman dan sejumlah bagian fasilitas dibersihkan secara bersama-sama. Kehadiran polisi di lokasi sekaligus menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi kondisi pascabencana.
Pembersihan juga dilakukan diwilayah kecamatan Pardasuka. Kali ini, sasaran berada di lingkungan SDN 1 Pardasuka Timur.
Sekolah menjadi salah satu fasilitas yang perlu mendapat perhatian karena menjadi tempat berlangsungnya aktivitas belajar mengajar. Dengan dibersihkannya abu vulkanik, lingkungan sekolah diharapkan dapat kembali digunakan dengan lebih nyaman.
Namun penanganan dampak abu vulkanik tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih.
Polisi juga masih membagikan masker kepada masyarakat di sejumlah lokasi. Pembagian dilakukan di beberapa titik Jalan Lintas Barat Sumatera serta pusat-pusat keramaian yang banyak menjadi tempat aktivitas warga.
Masker menjadi salah satu perlengkapan penting bagi masyarakat ketika abu vulkanik masih berada di lingkungan sekitar. Terlebih bagi warga yang harus tetap keluar rumah untuk bekerja, bepergian, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penanganan pascabencana yang terus dilakukan kepolisian. Fokusnya bukan hanya membersihkan abu yang terlihat, tetapi juga membantu mengurangi dampaknya terhadap masyarakat.
Bagi warga, kehadiran petugas di lapangan juga menjadi bentuk dukungan di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih. Fasilitas publik dibersihkan, masker dibagikan, sementara aktivitas masyarakat perlahan kembali berjalan.
Kasi Humas Ipda Rahmat Basuki, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra, mengatakan kegiatan pembersihan fasilitas publik dan pembagian masker merupakan bagian dari langkah kepolisian dalam membantu masyarakat menghadapi dampak sebaran abu vulkanik.
Menurutnya, penanganan pascabencana membutuhkan kerja bersama. Karena itu, jajaran kepolisian terus melakukan kegiatan di lapangan dengan menyasar lokasi-lokasi yang membutuhkan penanganan.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melewati masa pascabencana dengan lebih baik, sekaligus memastikan fasilitas yang menjadi ruang bersama tetap bisa dimanfaatkan.
Di tengah abu yang masih tersisa, pekerjaan pemulihan pun terus berjalan. Satu per satu fasilitas dibersihkan, masker dibagikan, dan masyarakat kembali menjalankan aktivitasnya.
Bagi Pringsewu, penanganan abu vulkanik bukan hanya soal membersihkan sisa material erupsi, tetapi juga memastikan masyarakat tetap merasa aman dan mendapat dukungan selama proses pemulihan berlangsung.












