LAMPUNG TENGAH, – Ungkapkasus.id
Suasana religius dan penuh kebersamaan mewarnai Gema Sholawat Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang digelar di Lapangan Kampung Bangunrejo, Kecamatan Bangunrejo, Kabupaten Lampung Tengah pada Rabu,02 September 2026 Malam.
Kegiatan tersebut dihadiri Forkopimcam Bangunrejo, di antaranya Kapolsek Bangunrejo AKP Iskandar, SH, Danramil 411-13/Bangunrejo Peltu Zaenal Arifin, Camat Bangunrejo yang diwakili Plt. Kasi Kesra, Kepala Kampung Bangunrejo Lukas Supangat, pengurus MWC dan Ranting NU, Muhammadiyah, Banser NU, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta perwakilan gereja di Kampung Bangunrejo.
Dalam sambutannya, Lukas Supangat mengajak masyarakat memahami bahwa pembangunan kampung merupakan proses panjang yang membutuhkan perencanaan, perjuangan dan keterlibatan seluruh masyarakat.
“Kadang-kadang kita melihat hasil pembangunan, tetapi tidak melihat proses panjang di belakangnya. Kita melihat jalan yang sudah bagus, tetapi tidak melihat bagaimana perencanaannya dan bagaimana perjuangan mengusulkannya,” ujar Lukas.
Ia menegaskan, pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepala kampung dan perangkat kampung, melainkan tanggung jawab bersama.
Di tengah efisiensi anggaran, Pemerintah Kampung Bangunrejo tetap berupaya merealisasikan pembangunan berdasarkan kebutuhan dan prioritas masyarakat. Sejumlah pembangunan tahun 2026 yang telah selesai di antaranya drainase Dusun 9, jalan rabat beton sepanjang 375 meter di Dusun 1A, jalan paving block menuju makam Dusun 9, serta sumur bor pertanian di Dusun 3 Sumbersari.
“Yang belum kita wujudkan hari ini, mudah-mudahan dapat kita perjuangkan di waktu yang akan datang. Apa yang sudah kita bangun, mari kita jaga bersama,” katanya.
Lukas juga meminta masyarakat di dusun yang belum mendapatkan pembangunan untuk bersabar. Menurutnya, pembangunan bukan perlombaan siapa yang paling cepat, melainkan proses panjang untuk menciptakan kampung yang semakin maju, nyaman dan sejahtera.
Ia pun menyampaikan tekad menjadikan Bangunrejo sebagai kampung juara dan kampung yang maju, sekaligus mengapresiasi masyarakat yang telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, termasuk suksesnya Festival UMKM Merdeka yang mendapat antusiasme masyarakat hingga warga dari luar daerah.
Selain pembangunan fisik, Lukas menekankan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama. Menurutnya, pembangunan akan berjalan baik apabila seluruh elemen masyarakat hidup rukun dan saling menghormati.
“Negara Republik Indonesia bukan milik satu orang dan bukan hanya milik satu agama. Semua agama ikut membangun negara ini,” tegasnya.
Ia juga menilai kecintaan kepada tanah air sejalan dengan nilai-nilai agama. Menjaga kampung, membangun lingkungan dan mempererat persaudaraan merupakan bagian dari rasa syukur kepada Allah SWT.
Menutup sambutannya, Lukas menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, pengurus Mushola Babulussalam, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat kampung, pemuda, Banser NU, serta seluruh masyarakat yang telah menyukseskan Gema Sholawat Akbar.
“Mari kita jaga kampung dengan persaudaraan, saling menghormati dan saling bertoleransi antarumat beragama. Semoga kita selalu diberikan keselamatan, keberkahan dan manfaat dunia akhirat,” pungkasnya.
Gema Sholawat Akbar tersebut menjadi momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat persatuan, gotong royong dan kerukunan masyarakat Kampung Bangunrejo.(Darwis/Bambang)












