Pedagang Terdampak Proyek Rp5,7 Miliar Pertanyakan Kompensasi, Minta Pelaksana Bertanggung Jawab Jika Timbulkan Kerugian

Pringsewu –Ungkapkasus.id

Proyek Rekonstruksi Jalan Ruas Pringsewu–Pardasuka Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp5.753.500.000 kini menjadi perhatian masyarakat. Selain menimbulkan gangguan arus lalu lintas akibat sistem buka-tutup jalan, sejumlah pedagang yang berada di sekitar lokasi proyek mengaku mulai merasakan dampak penurunan pendapatan.

Para pedagang mempertanyakan apakah terdapat kebijakan atau bentuk perhatian dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait terhadap masyarakat yang terdampak langsung selama pekerjaan berlangsung.

“Kami mendukung pembangunan jalan ini karena untuk kepentingan masyarakat. Tetapi kalau nanti pengerjaannya lama dan akses keluar masuk pembeli terganggu, apakah ada perhatian atau dispensasi untuk pedagang yang terdampak?” ungkap salah seorang pedagang.

Menurut para pedagang, sejak pekerjaan dimulai, jumlah pelanggan mulai berkurang karena kendaraan kesulitan mengakses lokasi usaha akibat pengaturan lalu lintas yang diberlakukan selama proses pembangunan.

Di sisi lain, besarnya anggaran proyek yang mencapai lebih dari Rp5,7 miliar juga memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.

Sejumlah warga berharap proyek tersebut benar-benar dikerjakan sesuai spesifikasi teknis, tepat mutu, tepat waktu, dan tidak menyisakan persoalan baru bagi masyarakat sekitar.

Masyarakat juga meminta adanya transparansi dari pihak kontraktor, konsultan pengawas, maupun Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung terkait progres pekerjaan, pengaturan lalu lintas, hingga langkah-langkah antisipasi dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.
Secara tidak langsung, muncul kekhawatiran apabila pekerjaan berlangsung terlalu lama atau tidak sesuai perencanaan, maka yang paling terdampak adalah masyarakat dan para pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas di sepanjang ruas jalan tersebut.

“Kalau proyek ini nantinya menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan pedagang akibat pelaksanaan yang tidak terencana dengan baik, tentu pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan proyek harus hadir memberikan solusi dan pertanggungjawaban. Jangan sampai masyarakat hanya diminta bersabar, sementara kerugian ekonomi mereka terus berjalan setiap hari,” ujar salah satu warga.

Para pedagang berharap pembangunan jalan yang menggunakan anggaran miliaran rupiah tersebut tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang baik, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan usaha masyarakat yang terdampak selama proses pengerjaan berlangsung.