Bandar Lampung —Ungkapkasus.id
Brigade Rakyat Nusantara (BRN) Provinsi Lampung secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap Pemerintah
Prabowo Gibran dalam menjalankan program percepatan swasembada pangan. Kedaulatan pangan dinilai bukan lagi sekadar pilihan kebijakan, melainkan fondasi krusial bagi pertahanan negara dan kesejahteraan rakyat di akar rumput.
Ketua BRN Provinsi Lampung, Sarhani, menilai langkah mewujudkan swasembada pangan di era sekarang adalah jalan penyelamat masa depan bangsa yang harus dikawal serius. Oleh karena itu, BRN berkomitmen penuh bersinergi memastikan program ini terimplementasi maksimal, khususnya di Lampung sebagai lumbung pangan nasional.
“BRN Lampung berdiri penuh di barisan terdepan untuk mendukung swasembada pangan. Di tengah ancaman krisis iklim ekstrem dan instabilitas dunia hari ini, kita wajib berdiri di atas kaki sendiri untuk urusan perut rakyat. Ini program strategis yang harus dikawal nyata,” tegas Sarhani, Rabu (29/5/2026).
Menurut Sarhani, dukungan solid BRN dilandasi oleh urgensi yang tidak bisa ditunda. Keterlambatan dalam membangun ketahanan pangan domestik akan membawa risiko besar bagi generasi mendatang.
Untuk memastikan program tersebut berjalan lancar maka perlu sinergitas oleh pemerintah di daerah khususnya di Lampung yang menjadi salah satu lumbung tani di Indonesia. Oleh karena itu Sarhani menyatakan siap mengawal implementasi swasembada pangan Program pemerintahan Prabowo Gibran yang akan dijalankan oleh pemerintahan lampung Rahmad Mirzani Djausal.
“Penerapan swasembada hari ini adalah garansi untuk masa depan. Ketika lahan produktif global menyusut, negara yang tidak bisa memproduksi pangannya sendiri akan mudah didikte asing. Keputusan tegas pemerintah saat ini adalah kunci agar anak cucu kita memegang kendali penuh atas kedaulatan negaranya,” tambahnya.
Lebih jauh, Sarhani menyoroti besarnya manfaat yang akan langsung dirasakan masyarakat luas jika program ini berjalan optimal di daerah. Keberhasilan swasembada harus bermuara pada stabilnya dapur keluarga dan menebalnya kantong petani.
“Dampak positifnya sangat terasa bagi daya beli. Bagi rumah tangga, pangan lokal yang melimpah menjamin stabilitas harga sembako. Masyarakat tak perlu lagi panik hadapi lonjakan harga akibat krisis di luar negeri,” jelas Sarhani.
Di sisi hulu, program ini diyakini mampu mengentaskan kemiskinan struktural. Ketersediaan pupuk dan jaminan harga panen menjadi tameng pelindung bagi profesi petani.
“Ketika keringat petani dihargai layak, uang akan berputar deras di desa dan kecamatan, menghidupkan UMKM. Inilah pemerataan ekonomi yang sesungguhnya. BRN Lampung siap turun ke lapangan mengawal program ini agar sukses membawa kesejahteraan menyeluruh,” pungkasnya. (Ay)






