Aplikasi “Snapboost” Diduga Jadi Modus Penipuan, Warga Tanggamus dan Pringsewu Jadi Korban, Muncul Dugaan Keterlibatan Oknum Mengaku dari Polda Lampung

Pringsewu —Ungkapkasus.id

Dugaan penipuan berkedok aplikasi kembali mencuat dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Aplikasi bernama Snapboost diduga digunakan sebagai sarana untuk menarik dana dengan iming-iming penggandaan uang, yang berujung pada kerugian sejumlah warga di Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu. Rabu 15/4/2026

Salah satu korban, Riski, mengungkapkan bahwa dirinya bersama beberapa warga lainnya mengalami kerugian setelah mengikuti skema yang ditawarkan melalui aplikasi tersebut. Korban dijanjikan keuntungan dalam waktu singkat, namun pada kenyataannya dana yang telah disetorkan tidak dapat ditarik kembali.

“Awalnya dijanjikan keuntungan, tapi setelah uang masuk, tidak bisa ditarik lagi,” ungkapnya.

Kasus ini semakin kompleks karena tidak hanya melibatkan satu pihak. Sejumlah korban lainnya di wilayah Tanggamus dan Pringsewu juga dilaporkan mengalami hal serupa, dengan nilai kerugian yang bervariasi hingga puluhan juta rupiah.

Di tengah upaya penyelesaian, muncul dugaan adanya pihak yang mengaku sebagai oknum dari Polda Lampung yang turut mendatangi korban. Kedatangan tersebut diklaim sebagai bentuk mediasi, namun dalam praktiknya diduga disertai tekanan agar kerugian segera diselesaikan.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran, karena pihak yang juga berada dalam posisi sebagai korban justru merasa tertekan dan diminta bertanggung jawab atas kerugian pihak lain.

Sementara itu, pihak yang diduga berada di balik sistem atau jaringan aplikasi tersebut justru belum diketahui keberadaannya dan belum menunjukkan itikad untuk bertanggung jawab.

Kasus ini pun menjadi perhatian publik. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap tawaran investasi atau aplikasi yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal, serta segera melapor kepada pihak berwajib jika menemukan indikasi penipuan serupa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai perkembangan penanganan kasus maupun dugaan keterlibatan oknum tersebut.