Lampung Selatan,Ungkapkasus.id–
Memasuki musim penghujan yang disertai meningkatnya potensi banjir di sejumlah wilayah Provinsi Lampung, Pemerintah Kecamatan Sragi bersama warga melakukan gotong royong pengerukan sedimen tanah dan sampah di aliran kali Dusun 4 Pusingan, Desa Kuala Sekampung, Kecamatan Sragi, Jumat (9/1/2026) pagi.
Pengerukan dilakukan di sisi kanan dan kiri kali sepanjang kurang lebih 820 meter menggunakan alat berat. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi untuk mengurangi risiko banjir dan mencegah kerusakan jembatan siring atau saluran primer yang kerap terdampak luapan air saat hujan deras.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara swadaya dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Turut hadir dalam gotong royong itu Camat Sragi Wayan Susana ST, MT, Kepala Dusun Ngadiran, Ketua Kelompok Tani Tarsyim, Ketua Gapoktan Wanto, serta warga sekitar.
Camat Sragi Wayan Susana mengatakan, sedimentasi yang terjadi di sekitar jembatan sudah cukup parah sehingga tidak memungkinkan ditangani secara manual. Menurutnya, penggunaan alat berat menjadi solusi paling efektif untuk mengangkat endapan tanah dan tumpukan sampah.
“Saya melihat tanpa alat berat, sedimentasi di dekat jembatan ini sulit diangkat. Struktur jembatan yang masih menggunakan pilar di tengah sungai sangat mudah menahan sampah seperti ranting dan dahan pohon,” ujar Wayan Susana.
Ia menjelaskan, tumpukan sampah yang bercampur tanah lama-kelamaan akan menghambat aliran air. Kondisi tersebut dapat menyebabkan air meluap dan mengikis bibir sungai serta fondasi jembatan.
Wayan menambahkan, pihaknya sebelumnya telah menginstruksikan para kepala desa se-Kecamatan Sragi untuk berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan instansi terkait guna menindaklanjuti persoalan pendangkalan kali tersebut.
“Jika tidak segera ditangani, aliran air yang deras berpotensi merusak fondasi jembatan hingga menyebabkan putus dan tersumbatnya aliran sungai,” pungkasnya.(Joe/red)












