Lampung Selatan, Ungkapkasus.id
— Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Drs. H. Muhklis Basri, kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Dusun Mulyo Rejo, Desa Bumi Asih, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Sabtu (20/12/2025).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peresmian jalan rabat beton yang dibangun melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Jalan rabat beton tersebut sebelumnya selama kurang lebih 15 tahun tidak tersentuh pembangunan. Kini, melalui program PISEW, akses jalan sepanjang 701 meter dengan lebar 3,5 meter dan ketebalan 15 sentimeter akhirnya dapat dimanfaatkan masyarakat. Pembangunan ini dinilai menjadi titik balik bagi peningkatan mobilitas warga serta penguatan aktivitas ekonomi perdesaan.
Kegiatan sosialisasi diikuti oleh sekitar 165 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, guru, serta unsur masyarakat lainnya.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Ketua I DPRD Lampung Selatan Merik Havit, anggota DPRD Lampung Selatan Suhar Pujianto dan Samsul Arifin, perwakilan Kementerian PUPR dan BBWS, Kapolsek Palas Iptu Suyitno, Babinsa Serda Mezi Daroni, Bhabinkamtibmas Aiptu Ilaludin, serta para kepala desa dari wilayah sekitar.
Dalam sambutannya, Drs. H. Muhklis Basri menjelaskan bahwa Empat Pilar MPR RI yang terus disosialisasikan meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus senantiasa dipahami dan diamalkan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Empat Pilar MPR RI perlu terus disosialisasikan agar masyarakat selalu ingat arti pentingnya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Muhklis Basri dalam sambutannya.
Ia menambahkan, sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat terkait kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Dengan pemahaman tersebut, berbagai potensi konflik sosial diharapkan dapat dicegah maupun diselesaikan secara bijak.
“Ini juga merupakan upaya mencegah konflik-konflik yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ucapnya.
Lebih lanjut, politisi PDIP itu menegaskan bahwa penanaman nilai-nilai Empat Pilar harus terus ditumbuhkembangkan guna mewujudkan cita-cita Indonesia yang lebih baik, adil, makmur, sejahtera, serta berdaulat dan bermartabat.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Antar Desa (KKAD) PISEW, Kijok, didampingi Sekretaris Erina Lestari dan Bendahara Mugi Santoso, menjelaskan bahwa pekerjaan jalan rabat beton telah selesai dikerjakan meskipun masih dalam tahap perawatan dan penyempurnaan.
“Proyek PISEW Tahun 2025 sudah dikerjakan dan saat ini memasuki masa pemeliharaan atau finishing,” kata Kijok.
Ia berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan merawat jalan tersebut agar hasil pembangunan dapat bertahan lama. Hal senada disampaikan
Kepala Desa Bumi Asih, Poniran, yang menjelaskan bahwa proyek PISEW ini merupakan program Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan anggaran bersumber dari APBN sebesar Rp500 juta.
Menurut Poniran, dana tersebut dialokasikan sebesar 4 persen untuk operasional pengurus KKAD, sementara 96 persen digunakan untuk pekerjaan fisik. Ia juga mengimbau pengguna jalan agar memperhatikan kapasitas beban kendaraan demi menjaga kualitas rabat beton.
Program PISEW sendiri merupakan program strategis Kementerian PUPR yang bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur dasar perdesaan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.(Joe)
