PRINGSEWU – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Provinsi Lampung menjadi peringatan pentingnya menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia sekolah. Menyikapi hal tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pringsewu mengintensifkan sosialisasi dan edukasi keselamatan berkendara kepada para pelajar melalui kegiatan di SMA Negeri 1 Ambarawa, Kabupaten Pringsewu. Kamis (29/10/2026)
Kegiatan yang dipimpin Kasat Lantas Polres Pringsewu, Iptu Adi Wibowo, tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar dalam mematuhi aturan lalu lintas sekaligus menekan risiko kecelakaan, khususnya di kalangan usia produktif.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi (Anev) Kamseltibcarlantas periode Januari hingga September 2026, tercatat sebanyak 3.256 kejadian kecelakaan lalu lintas di Provinsi Lampung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 464 orang meninggal dunia, 1.845 orang mengalami luka berat, dan 2.699 orang mengalami luka ringan.
Besarnya angka kecelakaan tersebut menjadi perhatian serius, terlebih kelompok usia 15–19 tahun turut menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas. Kondisi ini menegaskan pentingnya memperkuat edukasi keselamatan berkendara, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Melalui kegiatan di SMA Negeri 1 Ambarawa, para pelajar diberikan pemahaman mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas, penggunaan helm berstandar SNI, kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan, serta larangan berkendara secara ugal-ugalan. Pelajar juga diingatkan agar tidak menggunakan ponsel saat berkendara dan tidak memaksakan diri mengendarai kendaraan apabila belum memenuhi persyaratan usia maupun memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Edukasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan sesaat, tetapi juga membentuk kebiasaan positif yang diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Pasalnya, keselamatan di jalan raya bukan hanya bergantung pada kondisi kendaraan dan infrastruktur, melainkan juga pada perilaku serta kepatuhan setiap pengguna jalan.
Sasar Pelajar untuk Membangun Budaya Tertib Berlalu Lintas
Kalangan pelajar menjadi salah satu sasaran penting dalam upaya membangun budaya tertib berlalu lintas. Pada usia remaja, mobilitas menggunakan sepeda motor mulai meningkat, baik untuk berangkat ke sekolah maupun melakukan aktivitas lainnya.
Karena itu, penanaman kesadaran mengenai risiko kecelakaan perlu dilakukan sejak dini. Para pelajar diharapkan memahami bahwa pelanggaran lalu lintas, seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, berkendara melebihi batas kecepatan, hingga menggunakan kendaraan tanpa memenuhi persyaratan, dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Peran keluarga juga dinilai penting dalam mendukung upaya tersebut. Orang tua diharapkan turut mengawasi aktivitas berkendara anak, memastikan kelengkapan keselamatan, serta memberikan teladan dengan selalu mematuhi aturan lalu lintas.
Sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan lingkungan berlalu lintas yang aman dan tertib.

Satgas Operasi Patuh Juga Intensifkan Edukasi kepada Masyarakat
Selain menyasar lingkungan sekolah, Satgas Operasi Patuh Krakatau 2026 Polres Pringsewu juga terus melaksanakan berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui pembagian pamflet atau leaflet berisi imbauan tertib berlalu lintas, penyampaian pesan keselamatan kepada pengguna jalan, serta sosialisasi mengenai pentingnya mematuhi peraturan dan melengkapi dokumen kendaraan.
Petugas juga mengingatkan pengendara agar menggunakan helm berstandar SNI, mengenakan sabuk keselamatan bagi pengemudi dan penumpang mobil, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, serta tidak mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Kepatuhan terhadap batas kecepatan dan larangan melawan arus turut menjadi perhatian dalam upaya menekan potensi kecelakaan.
Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif bahwa tertib berlalu lintas bukan semata-mata untuk menghindari sanksi, melainkan demi melindungi keselamatan jiwa.
Melalui Operasi Patuh Krakatau 2026, Satlantas Polres Pringsewu berharap masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan di jalan raya dan menjadikan kepatuhan berlalu lintas sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.
Dengan meningkatnya kesadaran sejak usia sekolah hingga masyarakat umum, diharapkan risiko kecelakaan dapat ditekan dan tercipta situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman serta kondusif di wilayah Kabupaten Pringsewu.(*)












