Pringsewu –Ungkapkasus.id
Sejumlah temuan di lapangan pada pekerjaan drainase Proyek Preservasi Jalan Ruas Kalirejo–Pringsewu senilai Rp23,9 miliar terus menjadi sorotan publik. Dugaan penggunaan material lama, keberadaan pondasi lama yang tidak dibongkar secara menyeluruh, hingga metode pekerjaan yang dipertanyakan masyarakat sampai saat ini belum mendapat penjelasan resmi dari pihak yang bertanggung jawab.
Yang menjadi pertanyaan publik bukan lagi sekadar kualitas pasangan batu, melainkan siapa yang akan bertanggung jawab apabila di kemudian hari pekerjaan tersebut mengalami kerusakan dan merugikan masyarakat.
Hingga saat ini, pihak konsultan pengawas maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) belum memberikan penjelasan terbuka terkait berbagai temuan yang berkembang di lapangan. Padahal, pengawas memiliki kewajiban memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu yang berlaku.
Masyarakat menilai sikap bungkam tersebut justru memunculkan tanda tanya baru. Sebab proyek yang menggunakan anggaran negara miliaran rupiah seharusnya terbuka terhadap pengawasan publik, bukan malah minim penjelasan ketika muncul dugaan ketidaksesuaian pekerjaan.
Publik kini meminta Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung segera turun melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pekerjaan drainase yang menjadi sorotan tersebut. Jika ditemukan penggunaan material lama, pondasi lama yang hanya ditambal sulam, atau pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi kontrak, maka harus ada tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab.
Masyarakat juga mendesak Inspektorat Provinsi Lampung dan Komisi IV DPRD Provinsi Lampung melakukan pengawasan langsung ke lapangan. Sebab yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas bangunan, melainkan uang rakyat yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.
“Jangan tunggu bangunan rusak terlebih dahulu baru dilakukan pemeriksaan. Jika memang pekerjaan sudah sesuai spesifikasi, tunjukkan kepada publik. Namun jika terdapat kekurangan, segera lakukan perbaikan sebelum merugikan masyarakat dan negara,” tegas sejumlah warga yang mengikuti perkembangan proyek tersebut.










