IPM Pringsewu Peringkat Ke-4 Se-Provinsi Lampung

PRINGSEWU -Ungkapkasus.id

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pringsewu mencapai 74,76, lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Lampung dan menduduki peringkat ke-4 dari seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas saat pemaparan pencapaian setahun kepemimpinan Riyanto Pamungkas dan Umi Laila sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pringsewu, pada acara silaturahmi dan buka puasa bersama insan pers di Graha Pamungkas, Pringkumpul, Kelurahan Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, pada Jumat (20/2/2026) petang.

Menurut Bupati, mimpi menjadikan Pringsewu Makmur (Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul, dan Religius), bukanlah sekadar rangkaian kata, tetapi merupakan harapan dari 444.830 warga Kabupaten Pringsewu yang harus segera diwujudkan.

“Angka kemiskinan di Kabupaten Pringsewu 7,6 dengan tingkat penurunan kemiskinan terbaik kedua se-Provinsi Lampung, di samping pertumbuhan ekonomi kita mencapai 4,58%, atau tumbuh di atas rata-rata Provinsi Lampung,” ungkapnya.

Namun demikian, di tengah semua upaya ini, pihaknya menghadapi tekanan fiskal yang nyata, di mana dana transfer dari pemerintah pusat mengalami penurunan dari Rp 1,13 trilyun di tahun 2024 menjadi Rp 955 milyar di tahun 2026, atau berkurang Rp 181,51 milyar. Hal ini berakibat terhadap penurunan belanja yang menyentuh langsung masyarakat, termasuk pembangunan infrastruktur jalan.

“Namun demikian, di balik tantangan tersebut, kita telah berhasil membuktikan bahwa dengan kolaborasi kita semua, capaian pembangunan berhasil kita raih. Salah satu harapan masyarakat yang mendesak untuk diwujudkan adalah pembangunan infrastruktur jalan,” katanya.

Dipaparkan Bupati Riyanto Pamungkas, dalam satu tahun ini, Pemkab Pringsewu telah dilakukan penanganan atas empat ruas jalan kabupaten sepanjang 12,17 km dari dana APBD. Serta penanganan ruas jalan Banyumas-Way Kunyir sepanjang 13,65 km melalui Inpres Jalan Daerah (IJD), dan penanganan 78 ruas jalan lingkungan yang tersebar di seluruh kecamatan. Kemudian normalisasi sungai Way Bulok sepanjang 6 km, sehingga jaringan irigasi dalam kondisi baik meningkat dari 51,48% menjadi 53,60%.

“Atas dukungan dari berbagai pihak, Pemkab Pringsewu tetap dapat berkinerja sangat tinggi, dibuktikan dengan diraihnya berbagai penghargaan baik di tingkat Provinsi maupun Nasional. Dari aspek Pelayanan Publik, Pringsewu berhasil meraih Opini Kualitas Tinggi dari Ombudsman RI, serta berhasil mengirimkan 59 tenaga kerja ke Jepang dalam program pemagangan kerja luar negeri,” bebernya.

Selain itu, di sektor ekonomi, Pemkab Pringsewu juga mendorong pengembangan Modified Cassava Flour (Mocaf) sebagai produk unggulan berbasis potensi lokal, yang dinilai mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian singkong sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru. Pringsewu juga menjadi 50 kabupaten se-Indonesia dengan Kinerja Penurunan Stunting Terbaik, dan menjadi salah satu dari 60 Kabupaten Sangat Inovatif se-Indonesia. Kemudian, BUMD Pringsewu juga meraih Top BUMD Award se-Indonesia, serta berbagai penghargaan lainnya.

“Saya berdiri disini bukan hanya untuk menyampaikan prestasi. Justru di momen ini, saya ingin berterus terang kepada seluruh masyarakat Pringsewu, bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang belum selesai, diantaranya kondisi infrastruktur jalan yang rusak masih menjadi keluhan utama masyarakat, akses pekerjaan bagi masyarakat, dan angka kemiskinan serta stunting yang masih tinggi. Di samping pelayanan publik yang harus kita tingkatkan,” cetusnya.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila dan Sekretaris Daerah Ir.M.Andi Purwanto bersama para asisten dan staf ahli bupati dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Pringsewu, serta para pimpinan organisasi wartawan dan media. (ay)