Pringsewu – Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra mengajak umat Nasrani menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, dan bersama-sama menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Ajakan itu disampaikan saat menyambangi Gereja Santo Yusup Pringsewu, Minggu (18/10/2026) pagi.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Kapolres mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai elemen, termasuk tokoh agama dan umat beragama di Kabupaten Pringsewu.
Dalam kunjungan itu, AKBP Dadi didampingi Wakapolres Pringsewu Kompol Samsuri, sejumlah pejabat utama Polres Pringsewu, serta Kapolsek Pringsewu. Mereka menyapa ratusan jemaat yang tengah mengikuti ibadah Perayaan Misa Minggu Misi.
Di hadapan jemaat, Dadi memperkenalkan diri sebagai Kapolres Pringsewu yang baru menjabat sejak Agustus 2026. Ia juga meminta dukungan masyarakat, khususnya umat Nasrani, agar pelaksanaan tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban dapat berjalan optimal.
Menurutnya, menjaga keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab polisi. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar lingkungan tetap aman, damai, dan nyaman bagi seluruh warga.
“Saya mohon dukungan dari seluruh masyarakat Pringsewu, termasuk umat Nasrani, untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan keamanan. Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan komunikasi, kepedulian, dan kerja sama dari masyarakat,” ujar Dadi.
Ia menegaskan, perbedaan agama, suku, maupun latar belakang bukan menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan dan menciptakan suasana yang harmonis di tengah masyarakat.
“Kami ingin seluruh masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas, termasuk beribadah. Kerukunan yang sudah terjalin harus terus kita rawat bersama,” lanjutnya.

Bagian dari program Minggu Kasih
Kunjungan ke Gereja Santo Yusup tersebut juga sejalan dengan semangat program Minggu Kasih Polri, yakni membangun kedekatan dengan masyarakat melalui komunikasi langsung, mendengarkan aspirasi, serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
Melalui kegiatan seperti ini, polisi tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga berupaya membangun hubungan baik dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Sejak mulai bertugas sebagai Kapolres Pringsewu pada Agustus 2026, Dadi mengaku terus melakukan kunjungan dan silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga kelompok masyarakat lainnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengenal lebih dekat karakteristik wilayah, menyerap masukan masyarakat, sekaligus memperkenalkan diri dan membangun komunikasi dengan berbagai pihak.
Semangat itu juga selaras dengan slogan Polri, “Polisi Bersama Masyarakat”. Menurutnya, kedekatan antara polisi dan warga menjadi salah satu modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan.
“Keamanan bukan hanya soal kehadiran polisi, tetapi juga bagaimana masyarakat mau terlibat dan peduli terhadap lingkungannya. Kalau komunikasi terbangun dengan baik, berbagai persoalan bisa kita antisipasi sejak dini,” katanya.

Pringsewu relatif kondusif, warga diminta tetap waspada
Dadi mengungkapkan, selama menjalankan tugas di Pringsewu, ia mulai mengenal karakteristik wilayah yang dinilai relatif aman dan kondusif. Meski demikian, kondisi tersebut harus terus dijaga melalui kerja sama antara masyarakat dan aparat kepolisian.
Ia mengingatkan warga agar tidak lengah terhadap potensi gangguan keamanan yang bisa terjadi kapan saja.
Masyarakat juga diminta tidak ragu melapor apabila mengetahui adanya tindak kriminal, aktivitas mencurigakan, atau gangguan kamtibmas di lingkungan masing-masing.
Laporan dapat disampaikan melalui Bhabinkamtibmas setempat maupun dengan mendatangi kantor polisi terdekat.
Selain itu, Dadi kembali menyosialisasikan layanan Call Center 110 Polri yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan kejadian atau meminta bantuan kepolisian.
Layanan tersebut memudahkan masyarakat menghubungi polisi tanpa harus datang langsung ke kantor. Dengan menyampaikan informasi yang jelas mengenai kejadian dan lokasi, laporan dapat diteruskan untuk ditindaklanjuti oleh petugas sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan layanan 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau mengetahui adanya gangguan keamanan. Jangan takut melapor. Informasi dari masyarakat sangat membantu kami dalam melakukan langkah pencegahan maupun penanganan,” jelasnya.
Ingatkan bahaya curanmor hingga penipuan online
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengingatkan jemaat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan, mulai dari pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penyalahgunaan dan peredaran narkoba, perjudian online, hingga penipuan dengan berbagai modus baru.
Khusus untuk mencegah curanmor, masyarakat diimbau menggunakan kunci ganda saat memarkir kendaraan, memilih tempat parkir yang aman, serta tidak meninggalkan kendaraan dalam kondisi tanpa pengamanan.
Sementara itu, terkait penipuan online dan judi online, warga diminta lebih berhati-hati dalam menerima pesan, tautan, maupun tawaran yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal. Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah memberikan data pribadi, kode OTP, atau informasi perbankan kepada pihak yang tidak dikenal.
Dadi berharap pesan-pesan tersebut dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar sehingga upaya pencegahan kejahatan tidak hanya dilakukan oleh kepolisian, tetapi juga menjadi kepedulian bersama.
“Kalau melihat sesuatu yang mencurigakan, segera komunikasikan dengan petugas. Jangan main hakim sendiri. Mari kita jaga lingkungan masing-masing agar tetap aman dan jangan sampai memberi ruang bagi pelaku kejahatan,” tegasnya.

Jemaat apresiasi kunjungan Kapolres
Kunjungan Kapolres Pringsewu tersebut mendapat apresiasi dari jemaat Gereja Santo Yusup. Salah satunya disampaikan Koh Song Song, yang juga merupakan pengurus gereja.
Ia menilai kehadiran Kapolres beserta jajaran menjadi bentuk perhatian kepolisian terhadap kehidupan masyarakat, termasuk umat Nasrani yang sedang menjalankan ibadah.
Menurutnya, komunikasi langsung seperti ini penting untuk membangun hubungan yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat. Dengan demikian, warga dapat menyampaikan masukan maupun persoalan yang dihadapi secara lebih terbuka.
“Kami mengapresiasi kunjungan Bapak Kapolres dan jajaran. Kehadiran beliau di tengah jemaat menunjukkan bahwa polisi ingin dekat dengan masyarakat. Harapan kami, komunikasi dan kerja sama seperti ini terus terjalin sehingga Pringsewu tetap aman, damai, dan rukun,” ujar Koh Song Song.
Ia juga berharap hubungan baik antara kepolisian dan masyarakat lintas agama terus diperkuat demi menjaga toleransi serta keharmonisan di Kabupaten Pringsewu.
Melalui kegiatan tersebut, Kapolres berharap semangat kebersamaan, toleransi, dan kepedulian terhadap keamanan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan komunikasi yang terbuka dan kerja sama seluruh elemen, situasi Pringsewu yang aman dan kondusif diharapkan dapat terus dipertahankan.(*)












