PRINGSEWU — Persoalan masyarakat tidak selalu bisa dibaca hanya dari apa yang terlihat di permukaan. Dibutuhkan data, informasi dan komunikasi lintas instansi untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap. Semangat itulah yang dibawa dalam pertemuan Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra dengan Kepala BPS Kabupaten Pringsewu Sartika Yuliani Siregar, Rabu (30/9/2026).
Pertemuan yang dikemas dalam agenda silaturahmi dan audiensi tersebut berlangsung di ruang kerja Kapolres Pringsewu selama kurang lebih satu jam. Sartika Yuliani Siregar hadir didampingi pejabat ahli muda BPS Kabupaten Pringsewu, sementara Kapolres Pringsewu didampingi Kasat Intelkam Iptu M Fajar Surya Atmaja.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan terbuka. Di tengah perbincangan, keduanya membangun komunikasi mengenai pentingnya sinergi antarinstansi dalam memahami berbagai perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat.
Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra mengatakan, sinergi dengan berbagai instansi menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Menurutnya, setiap lembaga memiliki informasi dan sudut pandang masing-masing yang apabila dikomunikasikan dengan baik dapat memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh.
“Silaturahmi ini penting untuk membangun komunikasi yang baik. Kita tidak bisa melihat kondisi masyarakat hanya dari satu sisi. Ada informasi di lapangan, ada pula data yang menggambarkan kondisi masyarakat secara lebih terukur,” ujar AKBP Dadi.
Ia menilai, keberadaan data yang akurat dapat membantu memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kondisi suatu wilayah. Karena itu, komunikasi dengan BPS menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat pemahaman terhadap berbagai dinamika masyarakat di Kabupaten Pringsewu.
“Data sangat penting sebagai salah satu bahan untuk melihat kondisi masyarakat secara objektif. Dengan komunikasi dan sinergi yang baik, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dan tentunya dapat mendukung pelaksanaan tugas masing-masing,” katanya.
Kapolres menambahkan, Polres Pringsewu akan terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Menurutnya, tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini memiliki banyak dimensi sehingga penyelesaiannya membutuhkan keterlibatan berbagai unsur.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan sinergi dengan seluruh stakeholder. Masing-masing memiliki peran dan keahlian yang berbeda, dan semuanya bisa saling melengkapi,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Pringsewu Sartika Yuliani Siregar menyambut baik pertemuan tersebut. Ia mengatakan, silaturahmi menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan jajaran Polres Pringsewu.
Menurut Sartika, BPS memiliki tugas menyediakan data dan informasi statistik yang dapat memberikan gambaran mengenai berbagai kondisi dan perkembangan masyarakat. Namun, data akan memiliki manfaat yang lebih besar apabila dikomunikasikan dan dimanfaatkan secara tepat oleh para pemangku kepentingan.
“Bagi kami, silaturahmi ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkuat komunikasi dengan Polres Pringsewu. Kami berharap hubungan ini dapat terus terjalin dan berkembang dalam bentuk koordinasi serta kolaborasi yang positif,” ujar Sartika.
Ia menambahkan, data statistik bukan sekadar kumpulan angka, melainkan dapat menjadi salah satu bahan untuk memahami kondisi suatu wilayah.
“Data dapat memberikan gambaran mengenai kondisi masyarakat secara lebih terukur. Karena itu, komunikasi dengan berbagai pihak sangat penting agar data dan informasi yang tersedia dapat dipahami serta dimanfaatkan sesuai kebutuhan,” katanya.
Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya mempertemukan dua perspektif dalam membaca kondisi masyarakat. Kepolisian memiliki pengalaman dan informasi dari dinamika yang terjadi di lapangan, sedangkan BPS memiliki data statistik yang menggambarkan kondisi masyarakat melalui indikator yang terukur.
Keduanya dapat saling melengkapi dalam membangun pemahaman yang lebih utuh mengenai perkembangan wilayah dan masyarakat Kabupaten Pringsewu.
Bagi Polres Pringsewu, komunikasi semacam ini juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan kelembagaan yang lebih dekat dengan seluruh pemangku kepentingan. Sementara bagi BPS, hubungan yang baik dengan berbagai instansi menjadi bagian penting dalam memperluas komunikasi dan pemanfaatan data statistik.
Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu pun menjadi awal untuk terus menjaga komunikasi. Bukan hanya dalam suasana silaturahmi, tetapi juga melalui koordinasi dan kolaborasi sesuai tugas serta kewenangan masing-masing.
Sebab, memahami masyarakat secara utuh membutuhkan lebih dari sekadar melihat apa yang terjadi hari ini. Diperlukan informasi yang akurat, data yang terukur dan komunikasi yang terbangun di antara berbagai pihak.(*)












