Diduga Dua Hari Tak Ditangani Langsung Dokter, Pelayanan Puskesmas Rawat Inap Bumidaya Dikeluhkan Pasien

‎Lampung Selatan, Ungkap kasus.id

‎– Pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Rawat Inap Bumidaya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi sorotan setelah seorang pasien mengeluhkan tidak adanya pemeriksaan langsung oleh dokter selama menjalani perawatan.

‎Keluhan tersebut disampaikan Ecep, warga Dusun Karang Mekar, Desa Mekar Mulya, yang mengaku telah dirawat sejak Selasa, 21 Juli 2026. Menurutnya, hingga Rabu (22/7/2026), dirinya hanya mendapat penanganan dari perawat berdasarkan instruksi dokter melalui sambungan telepon.

‎”Ya dikasih obat aja sama perawat. Barusan dicek napas dan jantung katanya normal. Dokternya belum ada yang ke sini, kata perawat tunggu dokter dulu,” ujar Ecep.

‎Ecep mengaku mengalami keluhan berupa nyeri dada yang disertai rasa panas dan dingin pada tubuh. Saat ditemui awak media, ia tampak masih terbaring lemas di ruang perawatan.

‎Sementara itu, Wulan, perawat yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD), membenarkan bahwa penanganan pasien dilakukan sesuai arahan dokter melalui telepon.

‎”Memang saya perawat yang bertugas dari pagi. Pihak keluarga memanggil saya, lalu saya berkomunikasi melalui telepon dengan dokter. Dokter Luh memberikan instruksi dan saya menjalankan instruksi tersebut. Setelah konsultasi, saya kembali ke ruang pasien,” jelas Wulan.

‎Terpisah, Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Bumidaya, Saiful Anwar, S.K.M., M.Kes., mengaku baru mengetahui adanya keluhan tersebut dari masyarakat. Ia menyayangkan tidak adanya laporan dari jajaran yang bertanggung jawab atas pelayanan rawat inap.

‎”Kalau sesuai jadwal seharusnya sudah diatur. Kalau memang ada laporan seperti ini, kepala ruang rawat inap seharusnya segera melapor kepada saya. Kalau sehari tidak ada dokter, harus langsung dilaporkan karena saya tidak bisa memantau seluruh pelayanan setiap saat,” kata Saiful melalui sambungan telepon.

‎Ia mengaku kecewa lantaran hingga saat ini belum menerima laporan resmi terkait kondisi tersebut.

‎”Sampai sekarang tidak ada laporan. Saya akan meminta penjelasan kepada penyusun jadwal, dokter yang bersangkutan, serta kepala ruang rawat inap. Kepala ruangan seharusnya bertanggung jawab memastikan hak-hak pasien terpenuhi setiap hari. Kalau dokter berhalangan hadir, harus segera dikoordinasikan kepada Kepala Puskesmas,” tegasnya.

‎Saiful memastikan akan memanggil seluruh pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di Puskesmas Rawat Inap Bumidaya.

‎”Saya akan memanggil kepala ruangan, dokter, dan bagian tata usaha. Laporan dari masyarakat ini akan menjadi bahan evaluasi agar pelayanan ke depan dapat diperbaiki,” ujarnya.

‎Dalam keterangannya, Saiful juga mengungkapkan adanya kendala koordinasi internal di lingkungan puskesmas.

‎”Saya juga kesulitan melakukan intervensi. Sepertinya saya dianggap disepelekan. Padahal saya senior di puskesmas ini,” ungkapnya.

‎Peristiwa ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan hak pasien untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan profesional. Masyarakat berharap evaluasi yang dijanjikan pihak puskesmas segera ditindaklanjuti sehingga kualitas pelayanan kesehatan dapat ditingkatkan dan kejadian serupa tidak terulang( Tim)