Bareskrim Pastikan Blackout Sumatera Bukan Sabotase, Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu Utama

 

pesisir barat,ungkapkasus.id

– Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memastikan insiden pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda hampir seluruh wilayah Pulau Sumatera bukan disebabkan oleh unsur sabotase maupun tindakan kesengajaan. Kesimpulan tersebut disampaikan setelah tim gabungan Bareskrim bersama PT PLN melakukan investigasi lapangan dan pemeriksaan teknis secara menyeluruh.

Hasil investigasi awal mengungkap gangguan dipicu faktor teknis yang dipengaruhi kondisi cuaca ekstrem. Tim menemukan adanya putus kabel Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di jalur Tower 175–176, Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, yang terjadi secara mendadak. Gangguan itu memicu efek berantai terhadap sistem interkoneksi listrik Sumatera hingga menyebabkan padam massal di sejumlah wilayah.

Pemadaman tersebut berdampak luas ke sejumlah provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga sebagian Sumatera Selatan. Sistem kelistrikan yang saling terhubung membuat gangguan di satu titik utama menimbulkan efek domino pada jaringan lain.

Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia menegaskan pihaknya tidak menemukan indikasi sabotase berdasarkan pola kerusakan di lokasi.

“Gangguan dipengaruhi oleh faktor cuaca yang mengakibatkan terputusnya kabel transmisi secara tiba-tiba. Kenapa kami bisa pastikan ini bukan faktor sabotase? Karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi,” ujarnya.

Sebelumnya, Bareskrim bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dan PLN juga telah mengamankan potongan kabel konduktor untuk dilakukan uji laboratorium guna memastikan penyebab teknis secara ilmiah. Sejauh ini belum ditemukan indikasi adanya campur tangan manusia dalam insiden tersebut.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta narasi yang menyesatkan terkait penyebab blackout tersebut. Investigasi lanjutan tetap dilakukan guna memastikan seluruh faktor penyebab dapat diungkap secara transparan dan akuntabel.

Jurnalis : zaenal purba