PRINGSEWU – Menjelang Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) serentak di Kabupaten Pringsewu, jajaran Polres Pringsewu mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk memicu perselisihan.
Pesan tersebut disampaikan Kabag Logistik Polres Pringsewu Kompol Sukimanto saat menggelar silaturahmi kamtibmas sekaligus monitoring dan asistensi persiapan Pilkakon di Pekon Margakaya, Kecamatan Pringsewu, Kamis (24/9/2026) malam.
Dalam kegiatan yang menjadi bagian dari upaya cipta kondisi (cipkon) menjelang Pilkakon tersebut, Sukimanto yang ditunjuk sebagai Perwira Pengamat Wilayah (Pamatwil) Kecamatan Pringsewu dan Ambarawa meminta seluruh calon kepala pekon, panitia, aparatur pekon, tokoh masyarakat, serta para pendukung untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.
“Para calon kepala pekon merupakan bagian dari keluarga besar. Karena itu, mari bersama-sama menjaga keamanan dan jangan sampai perbedaan pilihan menimbulkan gesekan di tengah masyarakat,” kata Sukimanto.
Pertemuan yang berlangsung di kediaman Ketua Panitia Pilkakon Margakaya itu dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan berakhir pukul 22.00 WIB. Sukimanto didampingi Bhabinkamtibmas Pekon Margakaya Aipda Joni Ika Wahyudi.
Sejumlah unsur terkait turut hadir, di antaranya Pj Kepala Pekon Margakaya Dika Dwi Aji, Ketua Panitia Pilkakon Yurizal, Ketua BHP Sugianto, tokoh adat Lampung Bastari Nuh, para calon kepala pekon, aparatur pekon, serta tokoh masyarakat.
Cek DPT untuk Cegah Persoalan
Dalam kesempatan tersebut, Sukimanto meminta panitia Pilkakon memastikan seluruh tahapan pemilihan berjalan sesuai ketentuan. Salah satu hal yang menjadi perhatian yakni pengecekan kembali data Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Menurutnya, ketelitian dalam setiap tahapan penting dilakukan untuk meminimalkan potensi persoalan saat hari pemungutan suara.
“Koordinasi harus terus dilakukan. Apabila terdapat perkembangan situasi di lapangan, segera komunikasikan sehingga setiap potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi sejak dini,” ujarnya.
Ia juga mengajak panitia dan aparatur pekon membangun komunikasi aktif dengan Bhabinkamtibmas. Setiap persoalan yang muncul di lapangan diharapkan dapat segera dikoordinasikan sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Tak hanya kepada panitia, pesan menjaga kondusivitas juga ditujukan kepada para calon dan pendukungnya. Sukimanto mengingatkan agar seluruh pihak mengedepankan sikap dewasa dalam berdemokrasi.
Perbedaan pilihan, kata dia, merupakan hal yang wajar. Namun, persaingan dalam kontestasi Pilkakon tidak semestinya memutus hubungan kekeluargaan maupun persaudaraan antarwarga.

59 Pekon Ikuti Pilkakon Serentak
Pilkakon Margakaya menjadi salah satu bagian dari pelaksanaan Pilkakon serentak di Kabupaten Pringsewu yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026.
Sebanyak 59 pekon di Kabupaten Pringsewu akan mengikuti pesta demokrasi tingkat desa tersebut.
Dengan semakin dekatnya hari pemungutan suara, jajaran Polres Pringsewu terus melakukan langkah-langkah cipta kondisi melalui monitoring, komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, serta penguatan koordinasi dengan panitia dan aparatur pekon.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk persoalan yang dapat muncul akibat perbedaan pilihan maupun dinamika selama tahapan Pilkakon berlangsung.
Polisi juga mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Setiap persoalan yang berkaitan dengan tahapan Pilkakon diharapkan diselesaikan melalui mekanisme dan jalur yang telah ditentukan.
“Yang paling penting adalah bagaimana Pilkakon ini bisa berjalan aman dan lancar. Siapa pun yang terpilih nantinya, persaudaraan dan kerukunan masyarakat harus tetap dijaga,” pesan Sukimanto.
Dorong Pelestarian Adat Lampung
Selain membahas kesiapan Pilkakon, pertemuan tersebut juga menjadi ruang untuk membahas pelestarian adat dan budaya Lampung yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pekon Margakaya.
Sukimanto mendorong agar upaya pelestarian adat dilakukan secara terorganisasi melalui struktur kepengurusan yang jelas. Dengan begitu, keberadaan adat dan budaya Lampung diharapkan tidak hanya tetap terjaga, tetapi juga dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kegiatan monitoring dan asistensi tersebut berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
Kehadiran jajaran Polres Pringsewu di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian, panitia Pilkakon, aparatur pekon, para calon, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.
Dengan koordinasi yang terus diperkuat, Pilkakon Margakaya diharapkan dapat berlangsung secara aman, tertib, dan kondusif. Lebih dari sekadar memilih kepala pekon, pesta demokrasi tersebut diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan persaudaraan meski berbeda pilihan.(*)












